Ketua Komisi II DPRD Berau Rudi P Mangunsong menilai kebijakan tersebut perlu disertai langkah konkret agar tidak berhenti sebatas wacana. Menurutnya, transisi dari sektor batu bara ke hasil laut merupakan langkah yang baik secara jangka panjang. Namun, ia mengingatkan bahwa kesiapan infrastruktur dan ekosistem usaha harus menjadi prioritas utama sebelum kebijakan itu dijalankan secara luas.
“Jangan sampai ini hanya menjadi wacana hijau, tetapi implementasinya tidak jelas di lapangan,” tegas Rudi kepada Korankaltim.com Jumat (17/4/2026) hari ini.
Selama ini kontribusi sektor batu bara terhadap pendapatan asli daerah (PAD) masih sangat dominan. Karena itu peralihan ke sektor lain membutuhkan perencanaan matang dan bertahap agar tidak menimbulkan guncangan ekonomi. Rudi juga menilai sektor kelautan di Berau memiliki potensi besar, tetapi belum didukung fasilitas memadai. Mulai dari ketersediaan cold storage, akses logistik yang efisien, hingga sistem distribusi yang terintegrasi masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. “Potensinya ada tapi infrastrukturnya belum siap. Ini yang harus dibenahi dulu,” tegasnya.
Keberpihakan terhadap nelayan kecil dan pelaku usaha lokal juga jadi sorotan. Tanpa dukungan akses permodalan yang mudah dan berkelanjutan, pelaku usaha akan kesulitan bersaing di pasar ekspor. “Permodalan ini krusial. Perbankan harus hadir memberi kemudahan, bukan justru mempersulit,” sebut Rudi lagi.
Terkait distribusi hasil laut, pengiriman harus tetap melalui Berau agar manfaat ekonomi tidak keluar ke daerah lain. Ia menilai penguatan Bandara Kalimarau sebagai simpul logistik perlu diiringi dengan kebijakan yang mendukung pelaku usaha lokal.
“Kami butuh roadmap yang jelas, mulai dari target, tahapan, sampai dukungan anggaran. Tanpa itu, sulit tercapai,” paparnya.
DPRD akan terus mengawal kebijakan tersebut agar benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
“Pada akhirnya, yang kita inginkan adalah kesejahteraan masyarakat meningkat, bukan sekadar perubahan sektor di atas kertas,” tutup Rudi.
Editor: Aspian Nur