Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), APK PAUD Berau pada 2025 tercatat sebesar 96,84 persen, dengan jumlah peserta didik mencapai 13.558 siswa dari berbagai satuan pendidikan seperti TK, RA, KB, TPA, dan SPS. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan namun masih dibawah target 100 persen.
Kepala Disdik Berau Mardiatul Idalisah mengatakan, peningkatan kualitas tenaga pendidik menjadi salah satu kunci untuk mendorong partisipasi pendidikan anak usia dini. Program peningkatan kompetensi kini difokuskan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi akademik minimal Diploma IV atau Sarjana.
“Guru PAUD kita rata-rata belum sarjana,” kata Mardiatul kepada Korankaltim.com Kamis (16/4/2026).
Rendahnya capaian APK PAUD tidak hanya dipengaruhi faktor internal pendidikan, tetapi juga kondisi sosial masyarakat. Di antaranya rendahnya kesadaran akan pentingnya PAUD, belum diwajibkannya kelulusan PAUD sebagai syarat masuk sekolah dasar, hingga keterbatasan ekonomi.
Selain itu persoalan kelembagaan juga turut berkontribusi. Masih terdapat satuan PAUD yang belum memiliki izin operasional, serta dominasi lembaga swasta yang membuat penguatan kualitas tenaga pendidik menjadi tantangan tersendiri.
Data Disdik menunjukkan, dari total 242 lembaga pendidikan prasekolah di Berau, hanya 15 TK berstatus negeri, sementara PAUD seluruhnya dikelola pihak swasta. Kondisi ini berimbas pada kualitas tenaga pengajar yang sebagian besar belum memenuhi kualifikasi akademik.
“Mayoritas guru di lembaga non-negeri inilah yang belum mengantongi ijazah sarjana,” jelasnya.
Untuk itu, Disdik Berau akan melakukan verifikasi dan validasi data guru melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebelum menetapkan peserta program peningkatan kompetensi. Kuota peserta juga akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
“Nanti kami verifikasi, tergantung kuotanya berapa serta validasi di Disdik,” tambahnya.
Program ini terbuka bagi guru di sekolah negeri maupun swasta, sepanjang memenuhi persyaratan. Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor pendidikan.
Disisi lain, kebijakan ini juga menjadi upaya jangka panjang Pemerintah Kabupaten Berau dalam membangun fondasi pendidikan sejak usia dini. Peningkatan kualitas guru dinilai berperan penting dalam membentuk karakter dan kemampuan dasar anak.
“Ini juga menjadi target pemerintah daerah untuk menciptakan SDM yang berkualitas demi masa depan pembangunan daerah,” tutup Mardiatul.
Editor: Aspian Nur