Kepala Sub Seksi Penerangan Masyarakat (Kasubsipenmas) Sihumas Polres Berau Iptu Muhammad Kasim Kahar menjelaskan, NW terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga pada 1 April 2026 lalu atau selama . Merasa khawatir, keluarga mendatangi rumah pria itu Selasa (7/4/026) kemarin sekitar pukul 19.25 WITA malam hari dan saat tiba di rumah itu keluarga mencium bau tidak sedap yang menyengat dari dalam rumah, tepatnya dari kamar NW.
Kecurigaan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian setempat. Petugas dari Polsek Gunung Tabur bersama tim gabungan segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. “Petugas langsung menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan ketua RT setempat serta pihak keluarga korban,” kata Kasim.
Saat tiba di lokasi, petugas mendapati kondisi rumah dalam keadaan terkunci dari dalam. Untuk memastikan situasi di dalam, petugas bersama warga terpaksa membuka pintu secara paksa. “Setelah pintu berhasil dibuka, ditemukan seorang laki-laki dalam posisi tengkurap di dalam rumah dan sudah dalam kondisi meninggal dunia serta membusuk,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi keluarga, NW diketahui memiliki riwayat penyakit asam urat dan kerap mengonsumsi minuman beralkohol. Meski demikian penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, PMI, Koramil Gunung Tabur, Polsek Gunung Tabur, Puskesmas Gunung Tabur serta warga setempat kemudian melakukan evakuasi terhadap jenazah.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan perlengkapan pelindung seperti masker, sarung tangan, dan kantong jenazah. Jenazah selanjutnya dibawa menggunakan mobil jenazah PMI menuju RSUD dr Abdul Rivai untuk dilakukan visum et repertum. “Sementara ini, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Kasim.