Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau Mardiatul Idalisa menjelaskan, pembiayaan program telah dihitung berdasarkan kebutuhan riil peserta didik baru di setiap satuan pendidikan. Namun, distribusi seragam belum dapat dilakukan sebelum data ukuran siswa terkumpul secara akurat.
“Kami sudah menghitung kebutuhan berdasarkan rombongan belajar, tetapi belum bisa memastikan jumlah ukuran karena belum tahu detail siswa. Jadi pendataan dilakukan setelah pendaftaran,” kata Idalisa kepada Korankaltim.com Rabu (8/4/2026).
Untuk jenjang SD dialokasikan sekitar Rp9 Miliar dan SMP sekitar Rp7 Miliar, sementara program untuk TK belum bisa direalisasikan pada tahun ajaran ini karena sebelumnya tidak masuk dalam perencanaan awal. “Untuk TK sekitar Rp1,5 Miliar tapi belum bisa direalisasikan sekarang karena masuknya di anggaran perubahan,” sebutnya.
Program ini menyasar siswa baru di jenjang TK, SD, dan SMP. Setiap paket bantuan mencakup seragam nasional (merah putih), seragam pramuka, tas, perlengkapan sekolah, serta batik khas Berau. Namun bantuan tidak mencakup sepatu.
Dalam implementasinya, Disdik Berau memberikan fleksibilitas kepada siswa baru untuk sementara menggunakan pakaian bebas pantas selama masa pengukuran dan distribusi seragam berlangsung. “Satu bulan pertama siswa boleh memakai baju bebas pantas dulu sebelum seragam dibagikan,” ucap Idalisa.
Terkait batik, pemerintah menetapkan penggunaan batik yang seragam untuk seluruh siswa, baik SD maupun SMP, sebagai identitas umum daerah. Namun, sekolah tetap diberikan ruang untuk memiliki batik identitas masing-masing tanpa bersifat wajib. “Batiknya disamakan untuk semua, tapi kalau sekolah punya identitas sendiri silakan, sepanjang tidak memaksakan,” ungkapnya.
Penyaluran bantuan akan dilakukan langsung ke sekolah berdasarkan data siswa yang telah diinput melalui sistem pendataan. Disdik menegaskan tidak melibatkan komite sekolah dalam distribusi untuk menjaga akuntabilitas. “Nanti dibuat sistem pendataan, baru disalurkan langsung ke sekolah,” papar Idalisa.
Pemkab Berau berharap program ini mampu meringankan beban orang tua sekaligus meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh anak usia sekolah. Dengan kesiapan anggaran yang telah dipastikan, pemerintah optimistis program dapat berjalan efektif meski masih menyisakan penyesuaian pada tahap awal pelaksanaan. "Kami upayakan pendidikan di Berau bisa merata melalui program ini," harapnya.
Editor: Aspian Nur