Keduanya dilantik secara resmi pada Senin (6/4/2026) pagi tadi oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Balai Mufakat Tanjung Redeb, sekaligus menandai penguatan kepemimpinan di tingkat kampung dengan penekanan pada kinerja profesional dan percepatan pembangunan berbasis potensi lokal. Pj Kepala Kampung Suaran akan menjabat hingga Desember 2027, sedangkan Pj Kepala Kampung Sei Bebanir Bangun hingga Desember 2029.
Dengan masa jabatan yang terbatas, Jaidi dan Edwin diharapkan mampu menjaga kesinambungan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat kampung dan tidak menjadi alasan untuk menunda kinerja. “Saya berharap dapat menjalankan amanah ini dengan kinerja terbaik dan profesional,” kata Sri .
Sejak hari pertama dilantik para pejabat memiliki tanggung jawab penuh terhadap penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan serta pemberdayaan masyarakat kampung. Aspek pengelolaan keuangan menjadi perhatian utama di tengah kebijakan efisiensi anggaran. “Saya harap saudara mampu mengelola keuangan kampung secara akuntabel,” tegasnya.
Selain itu keduanya didorong untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta pengembangan potensi ekonomi kreatif berbasis lokal. Upaya ini dinilai penting untuk memperkuat daya saing kampung sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam menjalankan tugas, kedua Pj Kepala Kampung diminta membangun koordinasi aktif dengan berbagai pihak, mulai dari camat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), hingga kelembagaan kampung seperti BPK, LPM, RT, PKK, Posyandu dan Karang Taruna. “Koordinasi menjadi kunci agar program pembangunan berjalan efektif,” ucap Sri lagi.
Saat ini, Kampung Suaran telah berstatus kampung maju, sementara Kampung Sei Bebanir Bangun menyandang status kampung mandiri. Meski demikian, Bupati mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat aparatur lengah. “Tidak boleh berpuas diri, tetapi harus terus bekerja keras mempertahankan status tersebut,” sebutnya.
Pemanfaatan potensi lokal jadi fokus, khususnya sektor pertanian, sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi kampung. Dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, potensi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga. "Jalin sinergi dan kerjasama setiap lini, sehingga potensi kampung menjadi nilai tambah bagi masyarakat dan pemerintah kampung," tutup Sri.
Editor: Aspian Nur