Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengungkapkan bahwa kakao Berau hingga kini masih berada pada peringkat tertinggi sebagai salah satu cokelat terbaik di Indonesia. Ia menyebut, kualitas biji kakao Berau telah diakui pasar global karena memiliki karakter rasa khas yang diminati industri cokelat premium.
“Alhamdulillah, sampai saat ini cokelat Berau masih di rating tertinggi. Ini peluang besar untuk kita,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Permintaan dari luar negeri pun terus berdatangan. Dalam waktu dekat, Berau telah mengekspor 10 ton kakao ke Prancis, Valrhona dan menjalin kesepakatan kerja sama saat pameran di Amsterdam, Belanda, dengan komitmen pasokan mencapai 50 ton per tahun.
Selain itu, permintaan dari Jepang mencapai 500 ton per tahun, serta dari Swiss sebesar 50 ton per tahun. Meski demikian, tingginya permintaan tersebut belum sepenuhnya dapat dipenuhi. “Tinggal kesiapan petani saja lagi ini,” ungkapnya.
Ia menegaskan, peningkatan kualitas dan kuantitas produksi menjadi kunci agar peluang ekspor tidak terlewatkan. Standarisasi fermentasi, teknik pengeringan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani dinilai perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.
Pengakuan terhadap kualitas kakao Berau datang dari industri cokelat dunia, termasuk produsen asal Prancis, Valrhona, yang dikenal menggunakan bahan baku berkualitas tinggi. Hal ini semakin memperkuat posisi kakao Berau dalam rantai pasok global.
“Coklat Berau sudah diakui tinggi peminat,. Kami mendorong sinergi lintas sektor, termasuk peran eksportir seperti PT KHASS, untuk menjaga keberlanjutan pasar,” tuturnya.
Selain itu, pengembangan industri hilir melalui UMKM juga dinilai penting agar nilai tambah tidak hanya berhenti pada ekspor bahan mentah. Ke depan, Pemkab Berau berencana mengembangkan agrowisata kakao sebagai strategi diversifikasi ekonomi. Wisatawan diharapkan dapat melihat langsung proses budidaya hingga pengolahan cokelat, sekaligus mendorong promosi produk lokal.
“Semua ini peluang, tapi butuh keseriusan dan kegigihan kita dalam mengelola sumber daya yang ada,” tandasnya.
Editor: Erwin