Langkah percepatan ini dinilai penting untuk mengejar ketertinggalan waktu akibat jeda pekerjaan selama masa libur. Di lapangan, sejumlah alat berat kembali dioperasikan untuk mempercepat proses pembentukan badan jalan yang menjadi fondasi utama konstruksi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perbatasan 2 BBPJN Kaltim Prima F menyebut seluruh sumber daya proyek langsung diaktifkan begitu masa libur berakhir. Setelah libur Lebaran, pihaknya langsung mengaktifkan kembali seluruh sumber daya di lapangan, baik tenaga kerja maupun peralatan.
"Fokus saat ini, untuk pekerjaan galian dan timbunan agar target tahapan konstruksi tetap tercapai,” kata Prima.
Pekerjaan galian dilakukan untuk menyesuaikan elevasi serta membentuk geometri jalan sesuai dengan desain teknis. Sementara itu timbunan dilaksanakan pada segmen tertentu guna meningkatkan daya dukung tanah dasar, terutama di titik-titik dengan kondisi tanah yang kurang stabil.
Strategi pelaksanaan juga disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan. Faktor cuaca dan karakteristik tanah menjadi pertimbangan utama dalam menentukan metode kerja. Material hasil galian yang masih memenuhi spesifikasi teknis turut dimanfaatkan kembali sebagai bahan timbunan guna meningkatkan efisiensi.
“Penggunaan kembali material galian yang sesuai spesifikasi menjadi salah satu upaya efisiensi tanpa mengurangi kualitas pekerjaan,” papar Prima.
Di sisi lain, pengawasan teknis diperketat untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Tim pengawas rutin melakukan pengecekan kualitas material dan kepadatan timbunan guna menghindari potensi kerusakan di masa mendatang.
Tak hanya fokus pada progres, PPK juga berupaya menjaga kelancaran aktivitas masyarakat. Ruas Tering–Long Bagun 8 diketahui merupakan jalur vital yang digunakan warga untuk mobilitas sehari-hari, termasuk distribusi barang dan akses layanan dasar.
“Kami memastikan pekerjaan tetap berjalan tanpa menghambat mobilitas masyarakat, karena ruas ini merupakan jalur utama yang digunakan sehari-hari,” sebutnya.
Dengan dimulainya kembali pekerjaan konstruksi ini, pemerintah optimistis progres pembangunan jalan di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu akan terus meningkat.
Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya di kawasan perbatasan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
"Karena, percepatan proyek ini juga menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam membuka akses daerah terpencil, sehingga distribusi logistik dan mobilitas warga dapat berjalan lebih lancar dan efisien," tutup Prima.
Editor: Aspian Nur