Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau Junaidi menjelaskan, mereka tetap berupaya menjalankan sejumlah program prioritas pada tahun anggaran 2026 diantaranya lanjutan peningkatan jalan di kawasan Gunung Tabur yang menjadi akses vital masyarakat.
“Tahun ini ada pekerjaan lanjutan peningkatan jalan kawasan Gunung Tabur. Kami akan sinkronkan dengan pihak kelurahan,” kata Junaidi kepada Korankaltim.com Rabu (1/4/2026) hari ini.
Koordinasi dengan pemerintah kelurahan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat setempat, sekaligus meminimalisir tumpang tindih perencanaan. Namun keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam merealisasikan seluruh usulan yang masuk melalui Musrenbang.
Sejumlah program bahkan harus mengalami penyesuaian jadwal dan digeser ke Rencana Kerja (Renja) tahun 2027.
Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah daerah berdampak langsung terhadap kapasitas pelaksanaan proyek fisik, sehingga tidak semua usulan dapat ditangani dalam waktu bersamaan.
“Kami pastikan usulan yang belum tertangani tidak hilang, tetapi tetap kami lanjutkan sesuai kemampuan anggaran daerah,” tegasnya.
Situasi ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara perencanaan partisipatif dengan realisasi di lapangan. Meski begitu DPUPR Berau memastikan seluruh aspirasi masyarakat tetap menjadi bahan pertimbangan utama dalam penyusunan program pembangunan berikutnya. Dorongan percepatan realisasi hasil Musrenbang pun dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses perencanaan pembangunan daerah.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan program yang dirancang tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi benar-benar terwujud dan dirasakan manfaatnya secara langsung. "Kami optimistis semua usulan yang menjadi prioritas akan di utamakan," tutup Junaidi.
Editor: Aspian Nur