Kondisi ini dinilai menjadi pekerjaan rumah besar bagi untuk meningkatkan kesadaran pengurus koperasi terhadap kewajiban administratif mereka.
Hingga awal tahun ini, jumlah koperasi yang telah melaksanakan RAT baru berkisar 30 hingga 40 unit, dengan batas waktu pelaporan biasanya hingga Juni.
Kepala Diskoperindag Berau Eva Yunita mengungkapkan, pihaknya terus mendorong koperasi untuk aktif kembali, termasuk melalui pembinaan langsung di lapangan.
“Masih di bawah 100 koperasi yang rutin RAT. Ini jadi PR kami untuk mengajak mereka sadar kewajibannya,” kata Eva kepada Korankaltim.com, Rabu (1/3/2026).
Berdasarkan data tahun 2025, sebanyak 165 koperasi diusulkan untuk dibubarkan ke karena tidak aktif. Keberadaan koperasi pasif tersebut dinilai dapat memengaruhi penyaluran bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat.
Namun proses pembubaran tidak berjalan mudah. Salah satu kendala utama adalah syarat mutlak pelaksanaan RAT sebagai dasar hukum pembubaran, sementara banyak koperasi yang sudah lama tidak beroperasi dan sulit mengumpulkan anggotanya. “Banyak faktor koperasi sampai tidak aktif,” sebut Eva lagi.
Selain itu, persoalan aset dan kewajiban finansial juga menjadi hambatan. Setiap koperasi yang dibubarkan harus menyelesaikan status aset, utang, dan piutang melalui forum RAT, yang dalam banyak kasus sudah tidak memungkinkan dilakukan.
Diskoperindag Berau pun terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi alternatif. Di sisi lain, pembinaan terhadap koperasi aktif tetap digencarkan, mulai dari pelatihan tata cara RAT, penyusunan laporan keuangan, hingga digitalisasi sistem koperasi. Upaya ini menunjukkan hasil bertahap. Pada 2023 lalu, hanya 44 koperasi yang melaksanakan RAT.
Koperasi yang aktif memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan bantuan, terutama dalam bentuk fisik dari pemerintah pusat dan provinsi. “Kalau koperasi aktif, peluang mendapat bantuan lebih besar. Itu juga jadi motivasi,” ucapnya.
Kedepan Diskoperindag Berau menargetkan peningkatan jumlah koperasi aktif sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan di daerah. “Target kami, koperasi aktif tahun ini harus lebih banyak dari sebelumnya,” tutup Eva.
Editor: Aspian Nur