Kegiatan ini dihadiri seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, serta perwakilan perusahaan dan perbankan.
Kehadiran mereka disambut langsung oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas didampingi Wakil Bupati Gamalis.
Suasana penuh keakraban terlihat sejak awal acara. Para tamu yang hadir disalami satu per satu, menciptakan interaksi yang cair dan penuh kekeluargaan.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Juniarsih menekankan pentingnya menjaga kebersamaan yang telah terjalin.
Ia menyebut, halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang untuk memperkuat hubungan emosional dan kerja sama.
“Seharusnya kita saling menjaga kekompakan dan silaturahmi,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan momen ini sebagai titik awal memperkuat sinergi, baik dalam pelayanan publik maupun pembangunan daerah. Menurutnya, hubungan yang harmonis akan berdampak positif pada kinerja bersama.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Gamalis menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal menjadi wadah untuk menyatukan kembali seluruh elemen yang ada, tanpa sekat.
Ia menegaskan pentingnya komunikasi yang terbuka dan hubungan yang sehat antarinstansi.
“Hari ini kami halal bihalal kepada seluruh SKPD, Forkopimda, perusahaan hingga perbankan,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menilai kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas hubungan kerja.
Selain mempererat silaturahmi, interaksi langsung juga dinilai mampu mencairkan suasana dan membangun kembali kepercayaan antarindividu.
Para peserta yang hadir pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk saling bertegur sapa, bertukar cerita, serta memperkuat koordinasi secara informal.
Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri, terutama dalam membangun komunikasi lintas sektor yang lebih efektif.
Tidak hanya itu, halal bihalal juga menjadi momentum refleksi diri setelah menjalani ibadah Ramadan. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan kebersamaan yang telah dilalui diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan kerja.
Gamalis menambahkan, esensi dari kegiatan ini adalah saling memaafkan dan membuka lembaran baru dengan semangat kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun hubungan yang semakin solid antar seluruh elemen, sehingga mampu mendorong terciptanya lingkungan kerja yang harmonis serta pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat Berau.
“Mari kita maknai halal bihalal ini sebagai peluburan dosa dan saling memaafkan,” tutupnya.
Editor: Erwin