Kabupaten Berau dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi pariwisata alam yang besar di Kalimantan Timur (Kaltim) sekaligus sebagai pintu gerbang wisata.
Keindahan sumber daya alam yang dimiliki bahkan telah diakui secara luas dan menjadikan Berau sebagai salah satu magnet wisata di provinsi tersebut.
Berdasarkan data pemerintah daerah, Berau memiliki 18 desa wisata dan 225 destinasi wisata. Rinciannya terdiri atas 159 wisata alam, 39 wisata budaya, dan 27 wisata buatan yang terus dikembangkan melalui peningkatan amenitas, fasilitas, dan promosi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, mengatakan sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku wisata, tetapi juga sektor lain seperti UMKM, transportasi, hingga jasa dan kebudayaan.
“Pariwisata mampu memberi efek langsung bagi perekonomian masyarakat. Karena itu seluruh perangkat daerah harus ikut terlibat mendorong pengembangannya,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kebudayaan dan Pariwisata semata. Seluruh organisasi perangkat daerah diminta berkontribusi melalui program dan kegiatan yang mendukung penguatan sektor tersebut.
“Seluruh OPD berkewajiban mendorong pariwisata di Berau. Sisipkan kegiatan yang tujuannya untuk mempromosikan pariwisata daerah,” tegasnya.
Tak hanya itu, dukungan lintas sektor diperlukan, mulai dari pembangunan infrastruktur, menjaga kebersihan lingkungan, hingga penguatan keamanan dan promosi destinasi.
Langkah tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan dalam RPJMD Kabupaten Berau 2025–2029 yang mengusung visi mewujudkan Berau yang maju, unggul, berkelanjutan, makmur, dan sejahtera.
Berau memiliki sejumlah destinasi unggulan yang telah dikenal luas, seperti Kepulauan Derawan, Maratua, Labuan Cermin, hingga pemandian Air Panas Pemapak Bapinang.
“Ada banyak destinasi unggulan yang kita miliki dan akan terus dikembangkan dengan pendekatan kolaboratif,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Samsiah Nawir, menyebutkan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat promosi wisata, terutama menjelang periode kunjungan wisatawan.
Program tersebut mencakup promosi digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata, hingga perbaikan sarana dan prasarana di sejumlah destinasi utama.
Selain itu, strategi pengembangan pariwisata di Berau juga diarahkan pada konsep ekowisata berkelanjutan yang menekankan keseimbangan antara kunjungan wisatawan dan pelestarian lingkungan.
“Termasuk upaya penataan antara mass tourism dan quality tourism di seluruh destinasi wisata di Berau,” jelasnya.
Pihaknya juga mendukung inisiatif Bupati Berau yang mendorong seluruh OPD untuk terlibat aktif dalam mempromosikan pariwisata daerah melalui berbagai kegiatan.
Menurutnya, promosi tidak selalu harus dilakukan secara besar-besaran, tetapi bisa disisipkan dalam berbagai agenda kegiatan pemerintah.
“Promosi wisata bisa dilakukan lewat berbagai cara, seperti pertunjukan tarian, pameran, maupun kegiatan lain yang melibatkan masyarakat,” tandasnya.
Editor: Erwin