Kegiatan ini dipusatkan di depan Masjid Agung Baitul Hikmah, Tanjung Redeb dan secara resmi dilepas oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas.
Berbeda dari sekadar perayaan tahunan, pawai takbiran kali ini menekankan pentingnya menjadikan momen Idulfitri sebagai ajang refleksi diri dan menjaga ketertiban bersama.
Dalam sambutannya, Sri Juniarsih Mas mengajak seluruh peserta untuk meluruskan niat dalam mengikuti pawai sebagai bagian dari ibadah.
“Kita niatkan pawai takbir ini sebagai ibadah kita dan berdoa semoga dipertemukan kembali dengan Ramadan dalam keadaan sebaik-baiknya,” ujar Sri usai melepas peserta pawai.
Seluruh peserta agar tetap mengutamakan keselamatan selama pawai berlangsung, khususnya dalam berlalu lintas di malam hari yang rawan risiko. Menurutnya, kemeriahan tidak boleh mengesampingkan aspek keamanan.
“Saya berpesan kepada seluruh peserta untuk senantiasa menjaga ketertiban, berhati-hati, dan patuh pada aturan demi keselamatan diri dan orang lain,” tegasnya.
Selain itu, wanita nomor satu di Bumi Batiwakkal itu menekankan kalau Idulfitri bukan hanya perayaan kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan, tetapi juga momentum menjaga kemurnian iman dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat diajak untuk tetap konsisten dalam beribadah meskipun bulan Ramadan telah usai.
“Setiap pergantian waktu hendaknya menjadi momentum untuk memperbaiki diri, menjadi manusia yang lebih baik di mata Allah dan sesama manusia,” sebut Sri.
Penting menurutnya menjaga persatuan dan stabilitas daerah di tengah dinamika sosial yang ada. Suasana aman dan kondusif menjadi fondasi utama dalam mendorong pembangunan daerah.
Pawai takbiran yang berlangsung penuh semangat ini pun menjadi simbol rasa syukur masyarakat Berau dalam menyambut Hari Raya Idulfitri, sekaligus mempererat kebersamaan dalam bingkai religius dan sosial.
"Mari kita jaga kebersamaan dan terus berkontribusi untuk Berau agar tetap tenteram, aman, dan sejahtera,” pesan Sri.
Editor: Aspian Nur