Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji turun langsung meninjau ruas jalan Tering–Long Bagun sepanjang 136 kilometer yang menjadi akses vital penghubung Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
Dalam kunjungan tersebut, perhatian tidak hanya tertuju pada progres pembangunan jangka panjang, tetapi juga pada kelayakan jalan bagi masyarakat yang akan melintas selama periode mudik Lebaran. Ruas ini diketahui menjadi jalur utama distribusi logistik sekaligus mobilitas warga di wilayah pedalaman.
Seno Aji menyebut sebagian ruas jalan sudah dapat dilalui dengan baik, meskipun masih terdapat sejumlah segmen yang dalam tahap pengerjaan. “Alhamdulillah dari Km 0 sampai 41 saat ini sudah bisa dilewati dengan baik,” kata Seno.
Untuk segmen selanjutnya pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim masih terus melakukan peningkatan kualitas jalan.
“Dari Kilometer 41 sampai 117 ini ditangani oleh APBN melalui BBPJN Kaltim dan saat ini sedang dikerjakan sehingga akan tersisa sekitar kurang lebih 13 Km yang harus kita antisipasi,” jelas Seno.
Satu dari fokus pengerjaan saat ini berada pada Paket Pembangunan Jalan Tering–Long Bagun 7. Proyek ini mencakup pembangunan jalan sepanjang 8,875 kilometer dengan spesifikasi aspal serta pembangunan empat unit jembatan strategis.
Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar arus barang dan jasa sekaligus membuka keterisolasian wilayah Mahakam Ulu.
Dengan nilai kontrak mencapai Rp150 Miliar, proyek ini menggunakan skema Multi Years Contract (MYC) yang berlangsung dari tahun anggaran 2025 hingga 2027.
Pemprov Kaltim menargetkan pada akhir 2027 ruas jalan tersebut sudah sepenuhnya dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya pada jalur yang menghubungkan Kecamatan Long Hubung hingga ibu kota Mahakam Ulu, Ujoh Bilang.
Menghadapi lonjakan arus mudik Ramadan 1447 Hijriah, BBPJN Kaltim turut menyiagakan sejumlah alat berat di sepanjang titik pekerjaan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kondisi jalan tetap layak dilalui, terutama pada segmen tanah yang masih dalam tahap pembangunan.
Beberapa alat yang disiagakan antara lain dua unit excavator, satu motor grader, satu vibratory roller, tiga dump truck, serta satu bulldozer.
Kehadiran alat berat ini diharapkan mampu mempercepat penanganan jika terjadi kerusakan jalan akibat cuaca maupun tingginya intensitas kendaraan.
"Disisi pembenahan infrastruktur, kami memastikan konektivitas wilayah tetap terjaga, khususnya pada momen krusial seperti arus mudik Lebaran," tutup Seno.