Hal ini ditandai dengan pelayaran perdana speedboat SB Sadewa Sri Eva dengan trayek Tanjung Redeb – Tanjung Batu – Tarakan, Selasa (17/3/2026).
Peluncuran rute tersebut berlangsung di Dermaga Wisata Sanggam, Tanjung Redeb, dan dihadiri Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said.
Momentum ini juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Jasa Raharja dan Sadewa Grup sebagai bentuk penguatan aspek keselamatan dan jaminan bagi penumpang.
Pemkab Berau memandang kehadiran rute ini sebagai langkah strategis dalam membuka akses transportasi laut yang lebih luas, terutama bagi masyarakat di wilayah pesisir dan perbatasan.
Selain itu, jalur ini dinilai mampu mempercepat arus mobilitas orang dan barang yang selama ini masih terbatas.
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, menyampaikan, pemerintah daerah menyambut baik kehadiran layanan transportasi tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami selaku Pemkab Berau menyampaikan terima kasih atas hadirnya layanan ini. Banyak manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, konektivitas yang semakin terbuka akan berdampak langsung pada peningkatan sektor ekonomi, investasi, hingga pariwisata.
Kemudahan akses bagi masyarakat, termasuk dalam kebutuhan layanan kesehatan ke Tarakan yang selama ini menjadi salah satu tujuan rujukan.
Adapun jadwal pelayaran telah ditetapkan secara rutin, yakni keberangkatan dari Tarakan setiap Senin, Rabu, dan Jumat pukul 11.00 Wita. Sementara dari Tanjung Redeb dijadwalkan berangkat setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 09.00 Wita.
Untuk tarif, penumpang dikenakan biaya Rp370.000 untuk rute Tarakan – Tanjung Redeb dan Rp280.000 untuk rute Tarakan – Tanjung Batu.
Speedboat SB Sadewa Sri Eva memiliki kapasitas 62 penumpang, didukung empat unit mesin berkekuatan 250 PK. Dengan spesifikasi tersebut, armada ini diharapkan mampu memberikan layanan transportasi yang cepat, aman, dan nyaman.
Pemkab Berau optimistis, pembukaan rute ini tidak hanya memperkuat konektivitas antarprovinsi, tetapi juga menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi kawasan utara Kalimantan secara berkelanjutan.
"Tujuan utama pemerintah daerah yakni, menumbuhkan ekonomi Berau. Dengan adanya konektivitas antarprovinsi ini akan mempermudah perputaran ekonomi masyarakat," tandasnya.
Editor: Erwin