Kondisi ini diprediksi berdampak pada aktivitas wisata, terutama menjelang libur Lebaran yang biasanya memicu lonjakan kunjungan ke destinasi bahari unggulan seperti Pulau Derawan dan Pulau Maratua.
Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau, perairan di wilayah tersebut berpotensi mengalami gelombang sedang dengan ketinggian mencapai 1,4 meter.
Kondisi ini dinilai perlu diwaspadai, khususnya oleh wisatawan dan operator transportasi laut yang beraktivitas menuju pulau-pulau wisata.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir, mengatakan pemerintah daerah telah mengambil langkah antisipatif untuk memastikan aktivitas wisata tetap aman meskipun di tengah potensi cuaca ekstrem.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui rapat koordinasi lintas instansi yang dipimpin oleh Kapolres Berau bersama pemerintah daerah dan sejumlah lembaga terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, serta Palang Merah Indonesia.
“Rapat koordinasi ini dilakukan untuk menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi risiko cuaca ekstrem sekaligus memastikan informasi keselamatan dapat tersampaikan dengan baik kepada wisatawan,” ujar Samsiah.
Tak hanya itu, Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam pengelolaan destinasi wisata.
Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan wisatawan, terutama saat arus kunjungan meningkat pada libur Lebaran.
“Pada prinsipnya SOP pengelolaan destinasi tetap mengacu pada standar keselamatan dan pelayanan yang berlaku,” singkatnya.
Disbudpar Berau juga mendorong setiap pengelola destinasi wisata untuk menampilkan informasi SOP pengunjung secara jelas di area objek wisata.
Langkah ini bertujuan agar wisatawan memahami aturan keselamatan yang harus dipatuhi selama beraktivitas di destinasi wisata.
Selain itu, pengelolaan kapasitas pengunjung juga menjadi perhatian agar aktivitas wisata tidak melebihi daya tampung kawasan.
Menurut Samsiah, hal tersebut penting untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus melindungi kualitas lingkungan destinasi.
“Pengelola destinasi kami dorong memperhatikan standar pelayanan dan keselamatan wisatawan, termasuk pengaturan jumlah pengunjung,” ujarnya.
Disbudpar Berau juga melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada pelaku usaha pariwisata terkait penerapan SOP selama periode libur Lebaran. Pengawasan akan dilakukan secara berkala guna memastikan standar pelayanan dan keselamatan tetap terjaga.
Pemerintah daerah berharap langkah antisipasi ini dapat meminimalkan risiko bagi wisatawan serta menjaga reputasi Berau sebagai salah satu tujuan wisata bahari unggulan di Kaltim.
“Kita tidak bisa menghilangkan risiko. Tapi kita bisa mengantisipasi risiko tersebut,” tandasnya.
Editor: Erwin