Jadi OPD Baru, Damkar Berau Terus Konsolidasi
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Pemisahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau menjadi organisasi perangkat daerah (OPD) tersendiri membawa tantangan baru.
Selain melakukan konsolidasi internal, dinas yang baru berdiri tersebut juga dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan sarana penunjang operasional.
Sekretaris Disdamkarmat Berau Hery Irwan menjelaskan, secara umum tugas dan fungsi Damkar selama ini memiliki kesamaan dengan BPBD, khususnya dalam hal penanganan keadaan darurat seperti pemadaman kebakaran, evakuasi, dan penyelamatan.
Namun setelah berdiri sebagai OPD tersendiri, pihaknya mulai melakukan penataan organisasi serta memperkuat kapasitas internal agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
“Selain menjalankan tugas pemadaman dan penyelamatan, kami juga melakukan pembinaan kepada masyarakat melalui sosialisasi serta pelatihan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana,” kata Hery kepada Korankaltim.com, Senin (16/3/2026).
Sebagai dinas baru, langkah awal yang harus dilakukan ialah memperkuat koordinasi internal serta memetakan kebutuhan jangka panjang, terutama terkait peningkatan kapasitas SDM dan ketersediaan peralatan.
Keterbatasan armada pemadam kebakaran masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian. Dari unit yang tersedia saat ini, beberapa di antaranya bahkan sudah dalam kondisi rusak berat sehingga tidak dapat digunakan secara maksimal.
“Untuk unit pemadam kebakaran yang ada saat ini memang masih kurang. Bahkan ada beberapa kendaraan yang kondisinya sudah rusak berat,” sebut Hery lagi.
Selain sarana, kekurangan personel juga menjadi tantangan tersendiri. Idealnya, satu unit kendaraan pemadam kebakaran dioperasikan oleh satu regu yang terdiri dari minimal enam orang dengan tugas berbeda, mulai dari ketua regu, pengemudi, hingga operator mesin. Namun kondisi di lapangan saat ini belum memenuhi kebutuhan tersebut.
“Dalam satu regu minimal ada enam personel untuk satu unit kendaraan. Itu saja sebenarnya masih belum tercukupi, belum lagi kebutuhan untuk penempatan di kecamatan atau kelurahan,” paparnya.
Hery yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pangan Kabupaten Berau itu menambahkan, peningkatan kualitas SDM akan menjadi prioritas melalui pelatihan berkelanjutan, baik melalui pendidikan dan pelatihan eksternal maupun internal.
“Pelatihan harus dilakukan secara kontinyu karena personel damkar memiliki standar kualifikasi tertentu yang harus dipenuhi,” jelas Hery.
Di sisi lain, pihaknya juga berharap adanya peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran sejak dini, terutama di kawasan permukiman.
“Kami mengharapkan partisipasi masyarakat dalam mitigasi kebakaran. Penanganan kebakaran bukan hanya tugas damkar, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak,” tutup Hery.
Editor: Aspian Nur










