Berbagai langkah koordinasi dan penguatan layanan di destinasi wisata dilakukan guna menjamin kenyamanan serta keamanan pengunjung yang diprediksi meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan sejumlah persiapan sejak jauh hari dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kampung, pengelola destinasi wisata hingga pelaku usaha pariwisata.
Langkah awal yang dilakukan adalah mengirimkan surat imbauan kepada para pengelola destinasi wisata agar meningkatkan kesiapan layanan menjelang masa libur Lebaran.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan kepala kampung, pengelola daya tarik wisata, serta pelaku usaha pariwisata melalui surat imbauan agar mempersiapkan destinasi dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, Disbudpar Berau juga turut mengikuti rapat koordinasi lintas sektor yang digelar oleh kepolisian dalam rangka pengamanan arus mudik dan libur Lebaran.
Pihaknya mengikuti rapat koordinasi yang dipimpin oleh Ronald Sumaja terkait pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Dalam kesempatan tersebut, seluruh instansi terkait membahas kesiapan pengamanan di berbagai titik keramaian, termasuk destinasi wisata.
Rapat koordinasi juga dilanjutkan dengan pertemuan bersama jajaran kepolisian tingkat provinsi yang dipimpin oleh Endar Priantoro serta pemerintah provinsi secara daring maupun luring.
“Rakor ini diikuti unsur keamanan tingkat kabupaten hingga kecamatan serta instansi terkait, untuk memastikan destinasi wisata siap dari sisi layanan, keamanan, dan kenyamanan bagi wisatawan,” jelasnya.
Disbudpar memprediksi sejumlah destinasi unggulan di Berau masih akan menjadi tujuan favorit masyarakat selama libur Lebaran tahun ini.
Kawasan kepulauan menjadi magnet utama wisatawan, terutama Kepulauan Derawan yang meliputi Pulau Derawan, Pulau Maratua, Pulau Kakaban, serta Pulau Sangalaki.
Selain kawasan kepulauan, destinasi wisata pesisir juga diperkirakan ramai dikunjungi wisatawan, seperti Labuan Cermin, Danau Tulung Ni Lenggo, serta Air Panas Asin Pamapak. Beberapa destinasi lain seperti Pulau Kaniyungan dan kawasan Teluk Sumbang juga diprediksi mengalami peningkatan kunjungan.
Sementara itu, destinasi wisata penyangga menuju kawasan strategis pariwisata nasional juga diperkirakan mengalami lonjakan wisatawan, seperti wilayah Gunung Tabur hingga Tanjung Batu.
Wisata alam di pedalaman seperti Air Terjun Tambalang di wilayah Kelay dan Segah turut diprediksi ramai dikunjungi.
Samsiah mengungkapkan, peningkatan minat wisata domestik serta promosi yang terus dilakukan oleh komunitas pecinta wisata turut menjadi faktor pendorong meningkatnya kunjungan wisatawan ke Berau.
“Kami memprediksi adanya peningkatan jumlah wisatawan dibandingkan libur Lebaran tahun lalu. Harapannya, peningkatan ini juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal,” katanya.
Untuk memastikan kenyamanan pengunjung, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung di destinasi wisata.
Koordinasi dilakukan dengan pengelola tempat wisata agar fasilitas seperti area parkir, kebersihan lingkungan, toilet umum, serta ketersediaan air tetap terjaga. Selain itu, pusat informasi wisata juga disiapkan, salah satunya melalui Tourist Information Center (TIC) di kawasan Tanjung Batu.
Pengelola destinasi juga diminta menambah personel pelayanan agar wisatawan mendapatkan pengalaman berwisata yang aman dan nyaman.
“Kami juga mengimbau pengelola destinasi untuk meningkatkan standar pelayanan serta menambah personel pengelola agar wisatawan merasa aman dan nyaman selama berlibur di Berau,” pungkasnya.
Editor: Erwin