Salah satunya melalui Paket Pembangunan Jalan Tering–Long Bagun 7 yang menghubungkan Kecamatan Long Hubung menuju Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu.
Proyek senilai Rp149 miliar ini didanai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan ditargetkan rampung pada akhir 2027.
Fokus utama pekerjaan adalah penggantian empat unit jembatan bailey atau jembatan sementara menjadi jembatan permanen berstruktur girder komposit.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perbatasan 1 Kaltim, Femy Arizona, menjelaskan bahwa empat jembatan yang akan dibangun ulang masing-masing berada di Sei Bengeh dengan bentang 26 meter, Sei Kavat Nyurak Rau bentang 16 meter, Sei Kavat bentang 26 meter, dan Sei Kavat Tening bentang 30 meter.
“Pada paket Pembangunan Jalan Tering–Long Bagun 7 ini kami melaksanakan empat unit pembangunan jembatan dengan struktur girder komposit yang tentunya lebih kuat dalam menahan beban lalu lintas,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kapasitas jembatan menjadi kebutuhan mendesak. Lalu lintas harian rata-rata dari Long Hubung menuju Ujoh Bilang kini semakin padat, terutama kendaraan roda empat milik masyarakat.
Sementara itu, jembatan bailey yang ada saat ini hanya dapat dilalui satu arah secara bergantian.
“LHR sudah cukup banyak dilalui kendaraan roda empat. Karena itu diperlukan penggantian jembatan bailey yang hanya bisa menampung satu arah secara bergantian,” tegasnya.
Untuk memastikan mobilitas warga tetap lancar selama proses konstruksi, pihaknya telah menyiapkan jembatan sementara (detour).
Rambu-rambu lalu lintas juga dipasang di sejumlah titik rawan guna menjamin keselamatan pengguna jalan.
Pembangunan ini diharapkan tak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan Kaltim.
“Kami pastikan tidak akan menghambat lalu lintas masyarakat, jadi jembatan sementara aman dilalui dan tim lapangan selalu siaga memantau kondisi lalu lintas,” pungkasnya.
Editor: Erwin