Melalui skema padat karya, kegiatan ini memberdayakan warga lokal untuk terlibat langsung dalam proses penanganan jalan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.7 Provinsi Kaltim, Puput Setya Nugroho, menjelaskan bahwa padat karya merupakan kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam pekerjaan pemeliharaan infrastruktur dengan sistem pembayaran upah secara mingguan.
“Program ini memberi kesempatan kepada warga sekitar proyek untuk terlibat langsung dan memperoleh penghasilan tetap setiap minggu,” ujarnya.
Sasaran utama program ini merupakan masyarakat lokal yang belum memiliki pekerjaan, penganggur, setengah penganggur, serta warga kurang mampu.
Dengan demikian, proyek infrastruktur tidak hanya berdampak pada konektivitas wilayah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung. Salah satu lingkup pekerjaan dalam program ini ialah, pemeliharaan dan pembersihan drainase.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam tahapan pengembalian kondisi badan jalan agar tetap berfungsi optimal, terutama dalam menghadapi curah hujan tinggi.
“Kalau drainase bersih dan terawat, bisa mencegah genangan air yang dapat merusak struktur jalan,” ungkapnya.
Puput menegaskan, keterlibatan warga sekitar menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan proyek ini. Melalui program padat karya ini, pemerintah berharap roda perekonomian warga di sekitar ruas strategis menuju Dermaga Derawan dapat bergerak lebih dinamis.
Selain menjaga kualitas infrastruktur jalan dan jembatan, pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan serta memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan yang sedang berjalan.
“Kami memang memprioritaskan tenaga kerja dari lingkungan sekitar lokasi pekerjaan. Tujuannya agar manfaat proyek bisa dirasakan langsung oleh masyarakat setempat,” tandasnya.
Editor: Erwin