Melalui Satlantas Polres Berau, kepolisian mencatat tidak adanya peningkatan angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) selama operasi berlangsung.
Operasi yang menjadi agenda rutin menjelang Hari Raya Idulfitri ini difokuskan pada upaya menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib.
Hasilnya, stabilitas angka kecelakaan dinilai sebagai indikator keberhasilan pendekatan preventif dan edukatif yang dilakukan petugas.
Kasatlantas Polres Berau, Rhondy Hermawan, menyebut capaian tersebut tidak lepas dari kombinasi pengawasan intensif dan peningkatan kesadaran masyarakat.
“Alhamdulillah selama Operasi Keselamatan Mahakam berlangsung, angka kecelakaan lalu lintas tidak mengalami kenaikan. Ini menjadi capaian positif bagi kami,” ujarnya saat rilis hasil operasi di Polsek Tanjung Redeb, Senin (23/2/2026).
Meski angka kecelakaan terkendali, jumlah penindakan tilang justru mengalami peningkatan. Hal ini, menurut Rhondy, menunjukkan penegakan hukum berjalan lebih aktif, termasuk dengan pemanfaatan sistem elektronik.
Selain tilang, petugas juga meningkatkan teguran simpatik sebagai bagian dari pendekatan persuasif di lapangan.
Perhatian khusus turut diberikan pada pelanggaran yang meresahkan masyarakat, seperti balap liar dan penggunaan knalpot brong.
Dalam kurun operasi, sebanyak 50 kendaraan diamankan sebagai barang bukti. Mayoritas kasus berkaitan dengan penggunaan knalpot tidak sesuai standar.
“Kami tahan kendaraan selama tiga bulan. Untuk knalpot brong, kami sita sebagai barang bukti negara setelah berkoordinasi dengan pengadilan dan kejaksaan,” tegasnya.
Satlantas juga mencatat pelaku balap liar didominasi usia produktif, mulai remaja hingga kisaran 30–40 tahun. Aksi tersebut umumnya terjadi malam hingga dini hari, terutama pada akhir pekan.
Namun, patroli rutin di sejumlah titik rawan seperti kawasan Masjid Agung dan Tepian menunjukkan hasil positif dengan tren pelanggaran yang mulai menurun.
Ke depan, Satlantas menggencarkan program keselamatan, salah satunya gerakan “helmisasi” dengan kampanye tiada hari tanpa helm di Kabupaten Berau.
Selain itu, digaungkan pula gerakan Zero Knalpot Brong dan Zero Balap Liar yang mendapat dukungan tokoh adat dan tokoh agama setempat.
Sebagai bagian dari modernisasi, Satlantas kini mengoperasikan tiga unit ETLE Mobile Handheld untuk merekam pelanggaran secara elektronik di lapangan.
Sementara rencana penerapan ETLE statis masih dalam tahap koordinasi dengan Korlantas Polri dan pemerintah daerah.
“Kami imbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan melengkapi administrasi kendaraan, demi keselamatan bersama di jalan raya,” tandasnya.
Editor: Erwin