Langkah ini dinilai strategis karena ribuan jemaah Indonesia setiap tahun membutuhkan makanan praktis bercita rasa Nusantara selama berada di Tanah Suci.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyebut kalau kualitas rasa kuliner Berau sudah siap bersaing. Tantangan utama saat ini ialah penguatan kemasan agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
“Yang dibutuhkan sekarang itu packaging. Packaging yang ramah lingkungan serta menarik. Soal rasa, makanan khas Berau dengan segala perbedaan suku budaya yang ada, semuanya enak-enak,” kata Sri.
Pengembangan kemasan menjadi kunci untuk memperluas distribusi produk kering maupun siap saji. Pemerintah Kabupaten Berau telah mendorong inovasi melalui dinas terkait, namun penguatan masih dibutuhkan agar seluruh wilayah ikut berpartisipasi, termasuk kawasan wisata Pulau Derawan.
“Untuk yang produk kering packaging sudah beberapa yang bagus, tapi tentu itu belum semuanya,” tuturnya.
Pariwisata, ekonomi kreatif dan UMKM merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kolaborasi lintas sektor, termasuk pendampingan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KPP) diharapkan mempercepat promosi produk berbasis sumber daya laut.
Produk unggulan yang kini disiapkan untuk ekspansi pasar berasal dari Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan. Berbagai olahan laut telah dikemas dalam bentuk kaleng siap saji, mulai dari kerang, tuna suwir, cumi, hingga balelo.
Produk tersebut bahkan telah diuji coba oleh perwakilan kementerian dan tamu dari negara sahabat. “Ada makanan siap saji yang diolah dengan packaging kaleng. Itu sudah dirasakan perwakilan KKP dan mereka mengakui rasanya,” sebut Sri.
Diharapkan produk kalengan Berau bisa tersedia di penginapan haji milik Indonesia di Mekkah. Dengan demikian, jemaah tidak perlu lagi membawa makanan dari tanah air.
“Produk olahan laut yang sudah dikalengkan itu bisa ditaruh di sana. Sehingga masyarakat tidak usah lagi repot-repot membawa sambal atau makanan lain, karena sudah tersedia dalam kemasan kalengan yang sudah diolah,” jelasnya.
Selain pasar internasional, produk ini juga ditargetkan masuk jaringan ritel nasional dan hotel-hotel yang ada di Kabupaten Berau. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk menjadikan sektor kelautan sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat identitas kuliner pesisir Berau di mata dunia.
"Kami upayakan, produk UMKM Berau tidak hanya dikenal di daerah, tetapi juga menembus pasar nasional hingga global," tutup Sri.
Editor: Aspian Nur