Kepala Kampung Tabalar Ulu, Derviansyah, mengungkapkan bahwa hingga kini fasilitas yang telah dibangun pemerintah daerah belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Menurutnya, masalah utama terletak pada perencanaan awal pembangunan yang dinilai keliru, khususnya penempatan water intake. Dampaknya, bangunan yang sudah berdiri justru tidak berfungsi maksimal.
“Sampai hari ini, layanan air bersih belum clear. Kita sudah dibangunkan fasilitas, tapi perencanaan awal salah. Akhirnya masyarakat hanya melihat bangunan yang megah, tapi tidak bisa difungsikan maksimal,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Selasa (10/2/2026).
Dervi menjelaskan, posisi water intake yang tidak tepat membuat air sungai tidak dapat tertampung secara maksimal. Padahal, Kampung Tabalar Ulu memiliki Sungai Tabalar yang debit airnya cukup besar.
Dirinya berharap, ke depan setiap program pembangunan benar-benar dirancang matang agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Water intake ini salah posisi. Air yang masuk tidak maksimal, malah hanya jadi tempat penampungan lumpur,” tegasnya.
Editor: Erwin