Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menilai potensi masyarakat pesisir Berau sangat memenuhi syarat untuk masuk dalam program nasional pembentukan kampung nelayan yang ditargetkan pemerintah pusat, terlebih pemerintah pusat telah menargetkan pembentukan 1.100 kampung nelayan di Indonesia guna mendorong kemandirian produksi protein laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Sri melihat peluang tersebut sangat relevan dengan kondisi geografis Berau dengan lima kecamatan yang berada di pesisir Berau. “Di wilayah pesisir kita, sebagian besar masyarakat memang berprofesi sebagai nelayan. Ini peluang besar yang harus ditangkap,” kata Sri.
Setelah menelaah berbagai referensi, terdapat sejumlah syarat utama pembentukan kampung nelayan, diantaranya mayoritas penduduk sekitar 80 persen bekerja sebagai nelayan atau pembudidaya ikan, berada di wilayah pesisir, memiliki potensi sumber daya perikanan, serta tersedia lahan bersih untuk fasilitas umum.
Kriteria tersebut sejatinya sudah dimiliki banyak kampung pesisir di Berau. Namun hingga kini, baru dua kampung yang berstatus kampung nelayan, yakni Kampung Biduk-Biduk dan Kampung Buyung-Buyung. “Padahal sepanjang pesisir Berau ini masyarakatnya nelayan. Artinya peluang kita masih sangat besar,” ucap Sri lagi.
Sri meminta dinas terkait segera melakukan pemetaan dan kajian agar kampung-kampung pesisir lain dapat diusulkan sebagai kampung nelayan. Langkah ini dinilai penting agar Berau bisa memanfaatkan program nasional sekaligus membuka akses dukungan pemerintah pusat.
Editor: Aspian Nur