Kampung Penyuplai Padi Kekurangan Infrastruktur, Zainudin Maru Minta Persoalan Air Bersih Dituntaskan
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Kampung yang selama ini menjadi penyuplai padi untuk wilayah lain justru mengaku masih kekurangan infrastruktur dasar tersebut.
Kepala Kampung Semurut, Zainudin Maru, mengatakan, mayoritas masyarakat menginginkan perbaikan sarana air bersih sebelum distribusi air diperluas ke kampung lain.
“Di Kampung Semurut, ini kampung penyuplai, airnya menopang dua desa,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, jaringan PDAM direncanakan mengalir ke Kampung Tubaan, sementara irigasi akan diperluas ke Kampung Buyung-Buyung. Namun menurutnya, kondisi di kampung sendiri masih jauh dari ideal.
“Masih banyak di kampung kami yang perlu sarana dan prasarana air bersih. Sebelum air kami dibawa keluar kampung, kami minta diperbaiki dulu di dalam kampung,” tegasnya.
Zainudin menyebut, di wilayah Pisang-Pisangan terdapat lebih dari 200 kepala keluarga yang membutuhkan layanan air bersih.
Pihak kampung bahkan telah meninjau lokasi bekas perusahaan yang memiliki tampungan air lama dan berpotensi dimanfaatkan kembali sebagai penampungan.
Selain air bersih, persoalan irigasi juga menjadi sorotan. Semurut saat ini tengah didorong menjadi penyuplai irigasi bagi kampung lain, sementara jaringan irigasi di wilayahnya sendiri masih banyak yang rusak.
“Masih banyak irigasi disini yang tidak betul, belum bagus. Sementara air kami mau dibawa lagi ke Buyung-Buyung. Masa kampung penyuplai malah tertinggal,” katanya.
Padahal, Semurut disebut sebagai salah satu kampung dengan produktivitas padi tertinggi di Berau. Tahun 2025, petani mampu menanam padi hingga tiga kali setahun dan memasok lebih dari 120 ton ke Bulog.
Namun, distribusi gabah ke Bulog disebut belum stabil, sehingga sebagian hasil panen masih menumpuk di rumah warga.
“Tahun 2025, satu-satunya kampung di Berau yang tiga kali tanam itu Semurut, walaupun airnya masih nyedat-nyedat. Kami juga penyuplai Bulog 120 ton lebih, tapi tidak pernah dipublikasikan,” tandasnya.
Editor: Erwin










