Sebanyak 502 usulan telah diinput dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), menggambarkan tingginya kebutuhan pembangunan di wilayah pesisir Berau tersebut.
Camat Talisayan Yusup Gunawan menegaskan, Musrenbang kecamatan menjadi tahapan strategis untuk menyelaraskan prioritas pembangunan antara kampung dan pemerintah kabupaten.
“Pelaksanaan Musrenbang ini untuk membahas dan menyepakati usulan kegiatan pembangunan kampung yang sudah diinput dalam SIPD,” kata Yusup pada kegiatan itu.
Namun Musrenbang kali ini diwarnai isu krusial berupa penurunan transfer dana ke kampung hingga sekitar 50 persen. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperlambat percepatan pembangunan jika tidak diimbangi dukungan dari program kabupaten.
“Transfer ke kampung tahun ini ada penurunan sekitar 50 persen, sehingga kami sangat berharap pembangunan di kampung bisa dibantu melalui kolaborasi program kabupaten,” sebut Yusup.
Ada 10 kampung di Talisayan telah lebih dulu melaksanakan Musrenbang tingkat kampung, sehingga ratusan usulan yang masuk merupakan hasil penyaringan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Dari ratusan usulan tersebut, pembangunan infrastruktur jalan kembali mendominasi sebagai kebutuhan paling mendesak. Usulan mencakup peningkatan jalan utama, jalan kampung, jalan usaha tani hingga pemasangan penerangan jalan.
“Rata-rata prioritas kampung adalah peningkatan kondisi jalan, baik jalan utama, jalan kampung maupun jalan usaha tani, termasuk penerangan jalan,” jelasnya.
Selain infrastruktur, kebutuhan lain yang turut mengemuka meliputi penegasan batas wilayah, sektor pendidikan, layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat di tingkat kampung.
Ditengah keterbatasan fiskal, Kecamatan Talisayan juga menyoroti peluang pengembangan sektor pariwisata yang dinilai belum tergarap maksimal. Potensi wisata pantai, sungai, hutan hingga daratan disebut masih menjadi peluang besar yang belum tersentuh optimal.
“Kami masih memiliki banyak potensi wisata yang belum tergarap. Kami berharap ada kolaborasi dan investasi untuk pengembangannya,” ungkapnya.
Musrenbang Talisayan tahun ini memperlihatkan kontras tajam antara tingginya kebutuhan pembangunan dengan berkurangnya dukungan fiskal ke kampung. Situasi tersebut menuntut sinergi lebih kuat antara pemerintah kampung, kecamatan, dan kabupaten agar prioritas pembangunan tetap dapat berjalan di tengah keterbatasan anggaran.
"Kecamatan Talisayan menjadi kecamatan yang krusial, posisi di tengah wilayah pesisir. Jadi, kami harap usulan prioritas bisa terealisasi semua," harap Yusup.
Forum ini dihadiri Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, jajaran staf ahli Setkab Berau, kepala OPD, Wakil Ketua I DPRD Berau Subroto, Wakil Ketua II DPRD Sumadi beserta anggota DPRD, serta seluruh kepala kampung se-Kecamatan Talisayan.
Editor: Aspian Nur