Camat Biatan, Aidil Fitri, mengungkapkan bahwa delapan kampung di wilayahnya menyampaikan total 184 usulan pembangunan yang direkap melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), ditambah sejumlah usulan manual karena tidak terakomodasi dalam kamus SIPD.
“Total ada 184 usulan dari delapan kampung. Beberapa harus kami input manual karena tidak ada di kamus SIPD,” ujarnya.
Namun, di luar banyaknya usulan fisik dan nonfisik, persoalan batas wilayah justru menjadi isu paling mendesak. Ia menyebut, penyelesaian batas kabupaten dengan Kutai Timur yang melibatkan Kampung Biatan Ilir dan Biatan Ulu belum juga rampung, termasuk batas antar kampung di Kecamatan Biatan.
“Ini sebenarnya usulan tahun lalu juga, tapi sampai sekarang belum selesai. Batas wilayah ini sangat penting,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti belum tersedianya sekretariat khusus bagi PKK Kecamatan Biatan. Selama ini, kegiatan TKK masih menumpang di ruang rapat kantor kecamatan.
“Kami belum punya sekretariat PKK. Selama ini masih numpang di ruang rapat,” katanya.
Keterbatasan dana operasional PKK juga menjadi perhatian, mengingat kondisi geografis Biatan yang cukup jauh dari pusat kota, sehingga membutuhkan biaya lebih besar saat mengikuti kegiatan atau lomba tingkat kabupaten.
“Kami berbeda dengan kecamatan dekat kota. Kalau bawa rombongan harus menginap, biayanya cukup besar,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan bahwa meski di tengah efisiensi anggaran, Pemkab Berau tetap menjalankan berbagai program pembangunan di Kecamatan Biatan dan delapan kampungnya pada 2026.
“Di tengah efisiensi anggaran, kami tetap melaksanakan program peningkatan infrastruktur dan kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.
Ia merinci sejumlah program fisik, di antaranya peningkatan jalan menuju objek wisata di Kampung Karangan, lanjutan peningkatan jalan poros Kampung Biatan Baru, pembangunan SPAM di Biatan Lempake, drainase, hingga bantuan pertanian dan peternakan.
Di sektor sumber daya manusia, Pemkab Berau juga membangun dan merehabilitasi sarana pendidikan, seperti RDG dan RKB sekolah dasar serta SMP di wilayah Biatan.
Sementara itu, sektor pariwisata disebut menjadi fokus baru pemerintah daerah sebagai upaya transisi dari ketergantungan sumber daya alam.
“Pariwisata sekarang menjadi perhatian khusus kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pihaknya menegaskan, seluruh kecamatan dan kampung di Kabupaten Berau memiliki potensi pariwisata yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
“Sebelas kecamatan dan seratus kampung di Berau punya potensi pariwisata yang luar biasa,” pungkasnya.
Editor: Erwin