Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah tidak memiliki banyak pilihan selain mengandalkan jaringan internet berbasis Very Small Aperture Terminal (VSAT) sebagai solusi sementara bagi wilayah yang masih berstatus blank spot.
Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Diskominfo Berau, Rahmatia, mengungkapkan upaya pengusulan BTS sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 2023 dengan total 34 titik yang diajukan ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi).
“Sebagian terealisasi, tapi tidak semuanya,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Harapan sempat muncul kembali pada 2024 setelah adanya rapat koordinasi bersama Direktorat Bakti dan Kemenkomdigi. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah pusat meminta setiap kampung mengajukan proposal pembangunan BTS secara mandiri.
“Beberapa kampung sudah menindaklanjuti,” ungkapnya.
Namun, rencana yang semula dijanjikan berjalan pada 2024 kembali harus tertunda. Efisiensi anggaran pemerintah pusat menjadi alasan utama pembangunan BTS belum dapat dilaksanakan hingga saat ini.
“Untuk sementara belum ada pembangunan, dan kami juga belum tahu kepastiannya,” tuturnya.
Sebagai langkah darurat, pemerintah pusat kemudian mengalihkan penanganan wilayah tanpa sinyal melalui pemasangan VSAT yang dinilai lebih murah dan cepat dipasang.
Di Kabupaten Berau sendiri, pemasangan VSAT mulai dilakukan pada 2025 dengan jumlah sekitar 22 titik.
“Ini hanya untuk wilayah yang benar-benar belum punya internet,” tegasnya.
Rahmatia menjelaskan, pemasangan VSAT dibatasi satu titik per kampung dan hanya diperbolehkan di kantor kepala kampung.
Lokasi yang sudah memiliki jaringan mandiri atau internet dari pemerintah daerah otomatis dicoret dari daftar penerima.
“Tidak boleh ada jaringan ganda,” katanya.
Ia mengakui, dalam pelaksanaannya, beberapa titik VSAT terpaksa dibatalkan karena diketahui telah memiliki akses internet. Hal ini terjadi karena proses verifikasi lokasi dilakukan dalam waktu yang terbatas.
Untuk menghindari kesalahan serupa, Diskominfo Berau kini mengajukan relokasi titik VSAT melalui aplikasi Sipasti agar dialihkan ke wilayah yang benar-benar masih terisolasi jaringan.
“Kami ajukan relokasi supaya tepat sasaran,” ucapnya.
Meski VSAT dinilai membantu, pemerintah daerah menegaskan bahwa solusi tersebut tidak bisa menggantikan peran BTS secara menyeluruh.
“Kami berharapnya, pemerintah pusat segera memberikan kepastian kebijakan agar pembangunan infrastruktur telekomunikasi permanen dapat menjangkau wilayah permukiman Berau,” tutupnya.
Editor: Erwin