Fasilitas Belum Lengkap, TPI Tanjung Batu Mampu Lampaui Target PAD
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Keterbatasan fasilitas tak selalu menjadi penghalang dalam mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Keterbatasan fasilitas tak selalu menjadi penghalang dalam mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.
Hal inilah yang tercermin dari pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, yang justru yakin akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Berau.
TPI Tanjung Batu yang mulai dibangun sejak 2023 dengan dukungan bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) senilai Rp15 miliar, hingga kini masih berfokus pada bangunan fisik utama.
Pengadaan fasilitas penunjang operasional seperti pabrik es, cold storage, maupun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) belum terakomodasi dalam anggaran awal tersebut.
Kondisi tersebut diperparah dengan proses serah terima aset yang sempat tertunda. TPI baru resmi diserahkan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kepada Dinas Perikanan (Diskan) Berau pada Oktober 2025, setelah melewati masa pemeliharaan proyek selama enam bulan.
Situasi ini membuat penarikan retribusi belum dapat berjalan optimal pada tahap awal operasional.
Namun demikian, Plt Kepala UPT TPI Sambaliung, Frederik Sibulo, menilai capaian PAD yang diraih justru menjadi indikator kuat bahwa pengelolaan TPI berada di jalur yang tepat.
“Target PAD 2025 dari dua TPI hanya Rp20 juta, tetapi realisasinya mencapai Rp54 juta,” ungkapnya.
Capaian tersebut, lanjut Frederik, menunjukkan aktivitas ekonomi di TPI Tanjung Batu memiliki daya dorong yang besar, meski masih bertumpu pada fasilitas sederhana.
Salah satu sumber pemasukan berasal dari penyewaan sarana seperti cold box yang dimanfaatkan nelayan untuk menjaga kualitas hasil tangkapan.
Ia menambahkan, potensi TPI Tanjung Batu sebenarnya masih jauh dari maksimal. Kehadiran fasilitas utama seperti pabrik es, cold storage, dan SPBN diyakini akan menjadi magnet bagi nelayan untuk memusatkan aktivitasnya di kawasan TPI.
“Kalau fasilitas itu lengkap, perputaran ekonomi dan peluang PAD pasti lebih besar,” ungkapnya.
Selain itu, pengelola TPI juga menyiapkan rencana pembangunan lantai jemur ikan sebagai solusi penataan aktivitas pascapanen.
Pasalnya, selama ini penjemuran ikan masih kerap dilakukan di badan jalan, yang dinilai kurang tertib dan berpotensi mengganggu keselamatan.
“Kami ingin aktivitas nelayan lebih tertata, dan tetap memberi kontribusi ke kas daerah,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Diskan Berau membuka opsi kerja sama dengan investor atau pihak ketiga untuk pengembangan fasilitas TPI.
Dengan kesiapan lahan yang sudah tersedia, Frederik berharap ada mitra yang tertarik mengembangkan sarana pendukung melalui skema kerja sama bagi hasil.
“Dalam jangka panjang, ini tetap menjadi aset daerah,” pungkasnya.
Editor: Erwin

Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
5 kali dibaca
111 km Tenggara SELAYAR-SULSEL
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Tidak berpotensi tsunami
Sumber: BMKG