Penyerahan dana tersebut dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 yang mengusung tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia, Bangun Desa untuk Indonesia Emas 2045.”
Kampung Sumber Agung, Kecamatan Batu Putih jadi penerima terbesar, Rp250 juta. Dana ini diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap kampung-kampung yang dinilai memiliki kinerja terbaik dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau Tenteram Rahayu mengatakan, peringatan Hari Desa Nasional menjadi momentum penting untuk mengingatkan semua pihak bahwa desa merupakan garda terdepan pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.
“Melalui Hari Desa Nasional ini kita diingatkan bahwa desa adalah kursus pemerintahan yang paling depan dan paling dekat dengan masyarakat, dengan segala dinamika dan budayanya,” ujar Tenteram disela kegiatan pagi tadi.
Total dana DIKA sebesar Rp1,4 Miliar tersebut bersumber dari alokasi 1 persen dana afirmasi yang memang diperuntukkan bagi kampung berprestasi.
Penilaian penerima DIKA dilakukan melalui sejumlah indikator yang ketat dan terukur. Indikator pertama yakni kinerja administrasi dan tata kelola keuangan kampung, di antaranya ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan serta peningkatan Pendapatan Asli Kampung (PAK).
Kampung yang mampu menunjukkan pengelolaan keuangan yang tertib dan transparan mendapat nilai lebih dalam penilaian. Indikator kedua berkaitan dengan kinerja realisasi dan akuntabilitas program, dengan bobot penilaian sekitar 20 persen.
Aspek ini menilai sejauh mana kampung mampu merealisasikan program pembangunan, khususnya di bidang pembinaan dan penguatan kelembagaan masyarakat. Sementara indikator ketiga, dengan bobot terbesar sekitar 35 persen, menilai kinerja pencapaian kewenangan kampung.
Penilaian ini mencakup pencatatan pendapatan kampung dalam APBK Tahun 2024, serta tren peningkatan pendapatan kampung dari tahun 2023 hingga 2024.
Sampai saat ini masih ada kampung yang belum mencatatkan seluruh pendapatannya dalam APBK, sehingga hal tersebut mempengaruhi nilai kinerja. "Dari 100 kampung dan 10 kelurahan, masih banyak yang belum bisa menjalankan ketiga indikator ini dengan maksimal," tuturnya.
Sementara Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan apresiasi kepada kampung-kampung penerima DIKA. Meski ke depan daerah dihadapkan pada berbagai tantangan keuangan, semangat membangun kampung tidak boleh surut.
“Dengan segala kondisi keuangan, kita tetap bisa fight untuk membangunkan perkampungan masing-masing,” kata Sri.
Penyaluran DIKA ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh kampung di Berau untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mendorong kemandirian ekonomi desa menuju Indonesia Emas 2045. “Kita patut bersyukur 100 kampung yang ada di Berau memiliki potensi luar biasa,” tutup Sri.
Editor: Aspian Nur