Padahal proyek senilai Rp4,3 Miliar yang bersumber dari APBD tersebut seharusnya telah rampung pada 22 Desember 2025, sesuai kontrak 90 hari kerja.
Proyek yang dikerjakan kontraktor CV Kimyassada Herlanda itu semestinya sudah selesai dan difungsikan untuk mempercantik kawasan Taman Cendana. Namun kondisi di lapangan menunjukkan sejumlah bagian masih perlu perbaikan.
Situasi ini turut menjadi perhatian Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang menyoroti lambannya penuntasan pekerjaan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau Fendra Firnawan menyebut saat ini proyek telah mencapai 100 persen secara fisik dan tengah memasuki masa pemeliharaan.
“Ini sedang dalam tahap pemeliharaan," kata Fendra Kepada Korankaltim.com Rabu (7/1/2025).
Saat proyek selesai, terdapat sedikit pembenahan dari hasil evaluasi. Sehingga, terdapat beberapa bagian taman yang perlu dirapikan dan sebagian kecil kami rombak ulang. "Luasnya sekitar 3x3 meter, dan kami targetkan hari ini sampai besok sudah clear dan area akan dibersihkan,” jelasnya.
Urusan perawatan lampu dan elemen pendukung lainnya tetap menjadi tanggung jawab DPUPR selama masa pemeliharaan.
Pembangunan komponen pelengkap di kawasan Taman Cendana merupakan bagian dari konsep penataan kawasan secara menyeluruh.
Area tersebut nantinya direncanakan berkembang menjadi ruang publik yang lebih representatif. “Secara makro sudah ada gambaran masterplan kawasan. Pekerjaan saat ini baru sebagian kecil," ungkapnya.
Terkait pendanaan lanjutan, realisasi pengembangan kawasan akan menyesuaikan ketersediaan anggaran pemerintah daerah.
"Setelah seluruh proses pemeliharaan dan perapian tuntas dilakukan, Taman Cendana bisa digunakan sebagaimana fungsinya," tutup Fendra.
Editor: Aspian Nur