Penunjukan ini sekaligus menjadi bagian dari langkah percepatan operasional fasilitas kesehatan yang digadang sebagai salah satu proyek prioritas daerah.
Saat dikonfirmasi Lamlay menyatakan kesiapannya apabila resmi diberi tanggung jawab memimpin rumah sakit baru itu. “Kalau sampai saya bilang sudah siap, ya sudah siap. Tinggal dilihat hasil perkembangannya. Yang pasti proses persiapan sudah berjalan,” kata Lamlay kepada Korankaltim.com, Selasa (6/1/2026).
Sejumlah tahapan persiapan terus dilakukan, mulai dari penataan organisasi hingga pemenuhan berbagai persyaratan administrasi. Salah satu tantangan utama saat ini adalah kelengkapan perizinan.
“Untuk izin, persyaratannya itu banyak sekali, ada sekitar 25 item yang harus dipenuhi. Semua sedang dalam proses. Tim bekerja terus, bahkan sampai malam, untuk memastikan semuanya berjalan,” katanya.
Terkait kebutuhan sumber daya manusia (SDM), Lamlay menegaskan operasional awal akan memaksimalkan tenaga yang sudah ada sambil bertahap melakukan penguatan formasi.
“Untuk SDM, sementara dimaksimalkan yang ada dulu. Nanti tim yang akan menggodok sistem penempatan dan pembagian personelnya secara bertahap,” papar Lamlay.
Saat ditanya mengenai target pengoperasian rumah sakit pada bulan Mei mendatang, Lamlay menilai bahwa pemerintah tetap menyiapkan langkah terbaik sembari menyesuaikan dinamika di lapangan.
“Pemerintah itu harus pasang target. Soal maju mundur, itu bisa saja terjadi karena prosesnya panjang. Yang jelas, kami terus bekerja,” ucap Lamlay lagi.
Meski dihadapkan pada sejumlah tahapan teknis, Lamlay memastikan dirinya siap menjalankan amanah jika resmi dilantik sebagai direktur RSUD Baru. “Prajurit itu harus siap,” tegas Lamlay.
RSUD Baru Berau diharapkan menjadi penopang layanan kesehatan masyarakat, sekaligus mengurangi beban RSUD Abdul Rivai sebagai rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Berau.
Editor: Aspian Nur