Tidak hanya ramai dikunjungi wisatawan, keduanya juga tercatat sebagai penyumbang terbesar penerimaan retribusi daerah sepanjang tahun anggaran 2025.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir, mengungkapkan, berdasarkan data penerimaan, dua destinasi tersebut menempati posisi teratas dalam kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Sepanjang 2025, Labuan Cermin dan Air Panas Asin Pemapak menjadi dua destinasi wisata dengan kontribusi retribusi terbesar bagi Kabupaten Berau,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Jumat (2/1/2025).
Labuan Cermin masih mempertahankan predikat sebagai destinasi unggulan, berkat keunikan danau dua rasa serta kejernihan air alaminya yang dikenal luas di tingkat nasional.
Tingginya minat kunjungan wisatawan berdampak langsung pada capaian penerimaan daerah. Bahkan, retribusi dari destinasi ini dilaporkan mencapai 128 persen dari target yang ditetapkan.
Capaian tersebut dinilai mencerminkan konsistensi Labuan Cermin sebagai daya tarik utama, baik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah, sekaligus menunjukkan efektivitas pengelolaan destinasi.
Sementara itu, Air Panas Asin Pemapak turut mencatat tren kunjungan yang terus meningkat sepanjang 2025. Keunikan sumber air panas asin alami yang jarang ditemukan di daerah lain menjadikan lokasi ini berkembang sebagai destinasi favorit baru.
“Air Panas Asin Pemapak terus menunjukkan perkembangan positif, seiring dukungan pengembangan infrastruktur dan fasilitas penunjang pariwisata,” tambah Samsiah.
Pemerintah daerah menilai, performa dua destinasi wisata tersebut menegaskan besarnya potensi sektor pariwisata sebagai salah satu penopang utama PAD Berau.
Ke depan, penguatan pengelolaan destinasi, peningkatan kualitas layanan, serta promosi berkelanjutan disebut akan menjadi fokus agar kontribusi sektor pariwisata terus meningkat.
Editor: Erwin