Si jago merah cepat membesar dan menyambar bangunan yang berbahan utama kayu di kawasan permukiman padat penduduk tersebut. Meski mobil pemadam kebakaran berada tak jauh dari lokasi, proses pemadaman sempat mengalami kendala karena akses yang sempit dan jarak bangunan yang saling berdekatan.
Dari pantauan Korankaltim.com di lapangan pagi tadi, kedua rumah mengalami kerusakan parah. Seorang anggota keluarga pemilik rumah bernama Safwan menjadi korban dalam peristiwa ini.
Safwan mengalami luka bakar dibagian punggung saat berusaha menyelamatkan barang-barang berharganya, dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Api diduga berasal dari korsleting listrik di dalam kamar. Hal itu disampaikan Agus, keluarga Safwan, kepada media ini. “Jam setengah enam itu Awan masih bangun, salat subuh. Selesai salat, dia mau tidur lagi. Baru sekitar lima menit baring, terasa panas di kamar. Waktu bangun, api sudah terlihat,” jelas Agus.
Petugas pemadam kebakaran bersama warga akhirnya berhasil menjinakkan api sekitar pukul 07.30 WITA, setelah hampir dua jam berjuang memadamkan kobaran.
Upaya pemadaman juga dilakukan dari arah belakang permukiman, dibantu sebuah kapal penyedot pasir yang menyiramkan air dari alur sungai.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pendataan kerugian dan penyelidikan penyebab pasti kebakaran. Sementara warga diminta tetap waspada dan memastikan instalasi listrik rumah dalam kondisi aman.
Editor: Aspian Nur