Pengamanan melibatkan unsur TNI–Polri serta berbagai instansi terkait, mulai dari PMI, BPBD, Satpol PP, hingga relawan lintas sektor.
Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto mengatakan bahwa dari total 635 personel yang disiagakan, sebanyak 405 di antaranya berasal dari Polri. Sisanya merupakan dukungan kekuatan dari instansi terkait yang tergabung dalam Operasi pengamanan Nataru.
“Setiap personel memiliki cara bertindak sesuai zona kapabilitas dan tingkat kerawanan di wilayah masing-masing. Fokus utama kami ada pada tujuh titik pos pengamanan,” jelasnya.
Pos pengamanan tersebut antara lain berada di bagian terluar Berau, yakni Pulau Maratua dan Pulau Derawan. Kemudian, Dermaga Sanggam, Dermaga Si Dayang Kampung Tanjung Batu, Pos Simpang KM 5, dan pos pengamanan di Simpang Jalan S.A Maulana, Tanjung Redeb, serta pos terpadu di Bandara Kalimarau, Rinding.
Penempatan personel disesuaikan untuk mengawal seluruh proses aktivitas masyarakat, mulai dari arus mudik, malam pergantian tahun, hingga arus balik nanti.
Selain pengamanan jalur publik, Polres Berau juga melakukan pemantauan langsung ke gereja-gereja yang melaksanakan ibadah Natal.
AKBP Ridho menyebut, Kabupaten Berau memiliki 118 gereja, namun beberapa di antaranya menjadi prioritas pengamanan.
“Fokus kami pada gereja dengan jumlah jemaat lebih dari 500 orang serta lingkungan sekitar yang memerlukan perhatian khusus,” kata Kapolres.
Pada malam Natal, jajaran Forkopimda bersama unsur TNI dan instansi terkait meninjau tiga gereja utama.
Di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Kelurahan Gunung Panjang dengan jumlah jemaat tercatat sekitar 700 orang dan kegiatan berjalan kondusif hingga proses pemantauan selesai.
Kunjungan berikutnya dilakukan di Gereja Katholik ST. Eugenius De Mazenod Kelurahan Gayam dengan jumlah jemaat terbesar pada malam Natal, yakni sekitar 1.800 orang.
“Proses pengamanan secara keseluruhan berjalan lancar dan kondusif,” ujarnya.
Sementara di Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat Hosiana Kelurahan Tanjung Redeb pengamanan dilakukan pada dua sesi ibadah dengan total jemaat sekitar 600 orang.
“Semua unsur terlibat, mulai dari TNI, Polri, pengamanan internal gereja, hingga instansi terkait. Alhamdulillah seluruh rangkaian ibadah Natal berlangsung aman dan lancar,” tandasnya.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas yang ikut dalam peninjauan menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak dalam menjaga keamanan malam Natal.
“Tadi kami meninjau beberapa gereja dan memastikan ibadah berjalan dengan baik. Alhamdulillah semua berlangsung lancar,” ujarnya.
Bupati menambahkan, koordinasi juga dilakukan bersama Kapolda melalui konferensi daring yang diikuti seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
“Seluruh daerah melaporkan kondisi malam Natal berjalan baik dan terkendali,” katanya.
Ia menegaskan, Forkopimda di setiap daerah diminta memastikan keamanan ibadah dan aktivitas masyarakat selama masa Nataru.
“Posko terpadu ini adalah bentuk keseriusan kita untuk menjamin saudara-saudara kita dapat beribadah dengan aman sampai selesai,” tutupnya.
Editor: Erwin