Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang, Tanjung Redeb, Rabu (24/12/2025) dan dihadiri Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.
Peringatan Hari Ibu ke-97 tahun ini mengusung tema “Menguatkan Peran Ibu dalam Membangun Generasi Berkualitas dan Berkarakter, Ibu sebagai Agen Perubahan dalam Pembangunan Berkelanjutan.”
Tema tersebut menegaskan pentingnya peran ibu dalam membentuk karakter, pendidikan, serta kualitas generasi penerus bangsa.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menekankan bahwa Hari Ibu tidak semata-mata dimaknai sebagai peringatan seremonial tahunan, melainkan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, peran seorang ibu ialah sentral dalam mendidik anak sejak usia dini.
“Ketika berbicara tentang Hari Ibu, Hari Ibu itu bukan hanya tentang tanggal 22 saja, tetapi Hari Ibu itu dilaksanakan setiap hari,” ujar Sri Juniarsih Mas.
Ia menilai, tantangan pendidikan dan pengasuhan anak ke depan semakin kompleks. Kondisi tersebut menuntut keterlibatan aktif orang tua, khususnya ibu, dalam mendampingi sekaligus membentuk karakter anak agar mampu menghadapi perubahan zaman.
“Seorang ibu memiliki tugas yang cukup berat dalam menentukan sumber daya manusia ke depannya agar menjadi lebih baik,” tambahnya.
Peringatan Hari Ibu juga menjadi momentum penting untuk mendorong perempuan agar semakin berdaya dan memperoleh kesempatan yang setara di berbagai sektor kehidupan.
Ia mengakui, kemajuan peran perempuan di Kabupaten Berau saat ini sudah terlihat di berbagai bidang, baik di pemerintahan, sosial, maupun ekonomi.
Sejalan dengan itu, Pemkab Berau terus melakukan upaya pemberdayaan perempuan melalui pembinaan kelompok pengrajin dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai langkah meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kemandirian ekonomi perempuan.
Pada kesempatan tersebut, Sri Juniarsih juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu dan tidak berpuas diri atas capaian yang telah diraih.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan, terutama dalam upaya pencegahan stunting dan penanganan gizi buruk.
“Persoalan kesehatan, khususnya stunting dan gizi buruk, memerlukan keseriusan kita bersama untuk mencegah dan mengatasinya,” terangnya.
Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiyah menyampaikan peringatan Hari Ibu ke-97 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen pemerintah daerah dalam memperjuangkan hak, perlindungan, dan pemberdayaan perempuan serta anak.
Menurutnya, tema yang diusung tahun ini sejalan dengan berbagai program yang telah dan terus dijalankan DPPKBP3A Berau, khususnya dalam memperkuat peran ibu sebagai pendidik utama di keluarga dan agen perubahan di lingkungan masyarakat.
Tak hanya itu, DPPKBP3A Berau secara konsisten melaksanakan berbagai program pemberdayaan, mulai dari edukasi keluarga melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), pendampingan korban kekerasan perempuan dan anak, hingga penguatan ekonomi perempuan melalui kelompok usaha dan UMKM.
Rabiatul juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk pencegahan stunting, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta peningkatan kualitas pengasuhan.
“Permasalahan perempuan dan anak tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama semua elemen, karena ibu yang berdaya akan melahirkan generasi yang kuat, sehat, dan berkarakter,” pungkasnya.
Editor: Erwin