Pemerintah Kelurahan Gunung Tabur pun membentuk tim pemelihara berbasis swadaya masyarakat untuk memastikan dermaga dan kawasan sekitarnya tetap terawat, aman, dan nyaman.
Lurah Gunung Tabur Achmad Rizhali menjelaskan, pembentukan tim tersebut merupakan langkah strategis agar fasilitas yang telah dibangun dapat berfungsi secara berkelanjutan.
“Kami telah membentuk tim pemelihara berbasis swadaya masyarakat, yang bertugas menjaga kebersihan, ketertiban serta keberlanjutan fungsi fasilitas agar kawasan ini tetap terawat dan nyaman,” kata Rizhali peresmian dermaga oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas Selasa (23/12/2025).
Pembangunan infrastruktur saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan komitmen pemeliharaan. Keberadaan Dermaga Wisata Gunung Tabur begitu penting sehingga pemeliharaan dan perawatan jauh lebih penting. "Jadi kami melibatkan masyarakat sekitar agar fasilitas tetap bersih, aman, dan nyaman,” sebutnya.
Dalam pengelolaan dan pengembangan kawasan wisata tersebut, Kelurahan Gunung Tabur juga menggandeng berbagai elemen local mulai dari Lembaga Adat Kesultanan Gunung Tabur, Forum RT, UMKM, Pokdarwis Gunung Tabur, hingga Koperasi Merah Putih Kelurahan Gunung Tabur.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pengembangan wisata yang sejalan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Diharapkan nantinya penataan kawasan Museum Batiwakkal dan dermaga wisata dapat terintegrasi secara berkelanjutan.
“Kami ingin kawasan ini menjadi destinasi wisata unggulan yang membanggakan Kabupaten Berau. Karena ini fasilitas milik bersama, maka harus di jaga bersama-sama," jelas Rizhali.
Sementara Camat Gunung Tabur Lutfi Hidayat menilai pembangunan dermaga wisata merupakan bagian dari langkah penataan destinasi wisata sekaligus pengembangan pariwisata di wilayah Gunung Tabur.
Kawasan Museum Batiwakkal selama ini telah menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan budaya hingga ruang publik seperti car free day dan berbagai event.
“Pembangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi lokal, tetapi juga menjadi akses penting bagi pengembangan wisata dan perekonomian masyarakat. Harapannya dapat menumbuhkan wisata berbasis masyarakat yang memberi manfaat langsung bagi warga sekitar,” jelas Lutfi.
Pengembangan wisata perlu dibarengi dengan pemberdayaan masyarakat, termasuk wisata sejarah, hingga kuliner lokal.
“Kalau kita melihat di daerah lain, wisata yang berkembang mampu menggerakkan ekonomi masyarakatnya. Di Gunung Tabur, masyarakat bisa mengoptimalkan sarana yang ada sebagai kegiatan wisata,” tutup Lutfi.
Editor: Aspian Nur