Melalui Seminar Perempuan Inspiratif yang dirangkai dengan pembukaan Lomba Tahfidz Al-Qur’an serta Lomba Merangkai Bunga, Buah dan Sayur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan komitmennya menjadikan perempuan sebagai penggerak utama ketahanan keluarga dan ekonomi lokal.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKBP3A) Berau ini diikuti sekitar 160 peserta.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, mencerminkan besarnya minat perempuan di Berau untuk terus belajar, berkreasi, dan berdaya.
Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiyah menegaskan, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kesadaran perempuan akan peran strategisnya di tengah keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, perempuan tidak hanya menjadi pilar moral dan pendidikan bagi anak, tetapi juga memiliki ruang luas untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial.
“Melalui seminar ini, kami ingin menumbuhkan semangat perempuan Berau agar semakin percaya diri, kreatif, dan mandiri,” ujarnya.
Seminar ini turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan dan SDM Setkab Berau, Jaka Siswanto.
Dirinya menyampaikan, pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dari misi pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat sektor UMKM sebagai pilar ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan, Pemkab Berau memberi perhatian besar terhadap peningkatan kapasitas perempuan, terutama dalam ekonomi kreatif.
Berbagai produk olahan makanan, kerajinan tangan, hingga karya berbasis pangan lokal dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan dipasarkan lebih luas.
“Program Desa Prima menjadi wadah strategis bagi perempuan untuk berkreasi sekaligus mempromosikan potensi kampungnya,” jelasnya.
Ia juga menekankan, kemandirian ekonomi perempuan tidak bertentangan dengan peran utamanya dalam keluarga.
Justru sebaliknya, perempuan yang berdaya secara ekonomi diyakini mampu memperkuat ketahanan keluarga tanpa mengesampingkan perannya sebagai madrasah pertama bagi anak-anak.
Nilai tambah kegiatan ini semakin kuat dengan kehadiran narasumber Hamidah sebagai Kepala Lembaga Kewirausahaan UMKM/UWGM, membagikan materi seputar perempuan berdaya untuk ketahanan keluarga.
Peserta dibekali wawasan kewirausahaan, penguatan mental, serta strategi memanfaatkan potensi lokal menjadi peluang usaha.
Untuk itu, dirinya mengajak seluruh peserta memaknai kegiatan ini sebagai bagian dari ibadah dan kontribusi nyata dalam membangun peradaban yang berakhlak mulia.
Ia juga mendorong organisasi perempuan di Berau untuk terus meningkatkan kapasitas dan memperluas peran di masa depan.
“Kami berharap, kegiatan ini tidak hanya melahirkan pemenang lomba, tetapi juga memantik lahirnya perempuan-perempuan Berau yang produktif, kreatif, dan mandiri,” pesannya.
Editor: Erwin