Orang nomor satu di Bumi Batiwakkal itu menelusuri seluruh alur kerja SPPG secara detail, mulai dari kedatangan bahan baku hingga proses akhir pencucian dan pengeringan peralatan makan.
Menurutnya, rute kerja yang diterapkan SPPG Polres Berau dinilai telah memenuhi standar ideal. Mulai dari alur pemisahan bahan kering dan basah, area pengemasan, dapur memasak, hingga titik akhir pencucian ompreng dinilai tertata rapi dan higienis.
“Dari awal kita mengikuti rute yang sudah ditentukan, mulai barang masuk sampai cuci piring dan pengeringan. Kalau saya perhatikan, ini merupakan SPPG yang cukup ideal,” ungkap usai meninjau secara langsung.
Menariknya, fokus penilaian Bupati tidak hanya pada aspek fisik dan alur kerja. Ia juga menaruh perhatian besar pada kualitas rasa dan kandungan gizi makanan yang disajikan.
Dalam kesempatan itu, ia berdiskusi langsung dengan pihak ketiga pengelola SPPG serta tenaga ahli gizi yang mendampingi proses produksi makanan.
Menurutnya, keberadaan ahli gizi menjadi kunci utama untuk menjaga keseimbangan nutrisi sekaligus menyesuaikan selera anak-anak.
Masukan dari para penerima manfaat, khususnya anak-anak, dinilai sebagai indikator nyata kualitas layanan SPPG.
“Rata-rata mereka (anak-anak) suka dengan hasil masakan yang disuguhkan. Ini harus menjadi perhatian, baik bagi ahli gizi maupun pihak ketiga, termasuk jika ada permintaan tertentu dari anak-anak,” ujarnya.
Sri Juniarsih menekankan apresiasi dari anak-anak bukan sekadar soal rasa, tetapi menjadi tolok ukur keberhasilan program pemenuhan gizi.
Ia meminta kualitas yang sudah baik tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dijadikan contoh bagi satuan pelayanan gizi lainnya di Berau.
Bahkan, ia menggarisbawahi untuk kualitas makanan hari ini memiliki dampak jangka panjang.
Asupan gizi yang tepat akan sangat menentukan tumbuh kembang, kesehatan, dan masa depan generasi muda Berau.
“Intinya kita berusaha menjalankan ini dengan sebaik-baiknya. Kualitas makanan yang disuguhkan hari ini akan menentukan masa depan mereka. Anak-anak harus makan makanan yang berkualitas, sesuai dengan gizi yang telah ditentukan,” tegasnya.
Peninjauan SPPG Polres Berau ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa program pemenuhan gizi tidak boleh dipandang sebagai rutinitas semata.
“Karena, di balik setiap porsi makanan, tersimpan tanggung jawab besar untuk menyiapkan generasi Berau yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan,” pesannya.
Editor: Erwin