Lonjakan Pasien Jelang Nataru Harus Diantisipasi, Wabup Berau Minta Jangan Ambil Risiko
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis : Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Tinggal hitungan hari, Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau Nataru, segera tiba.
Jelang dua momen penting pada bulan Desember itu, Wakil Bupati Berau Gamalis meninjau kesiapan layanan kesehatan sekaligus memetakan kebutuhan pembenahan jangka panjang menjelang libur panjang di wilayah pesisir Berau, tepatnya di Puskesmas Kecamatan Biduk-Biduk akhir pekan tadi.
Gamalis menilai, setiap layanan kesehatan baik di perkotaan dan 13 kampung di Berau harus siap menghadapi potensi lonjakan pasien selama periode libur. Fasilitas rawat inap harus beroperasi 24 jam dan didukung dua dokter umum yang disiagakan untuk pelayanan lebih intensif.
“Secara umum, pelayanan sudah berjalan baik dan siap melayani masyarakat selama libur panjang,” kata Gamalis disela kunjungan kepada Korankaltim.com.
Ketahanan infrastruktur penunjang, khususnya pasokan listrik dinilai sangat penting mengingat sejumlah layanan vital seperti laboratorium dan farmasi karena sangat bergantung pada listrik yang stabil.
Saat ini, Puskesmas masih mengandalkan mesin diesel akibat gangguan jaringan. “Tidak boleh mengambil risiko pada pelayanan kesehatan. Untuk sementara, diesel tetap digunakan agar pelayanan kepada pasien tidak terganggu,” tegasnya.
Penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian, mengingat masih adanya kekosongan dokter gigi di Puskesmas tersebut.
Puskesmas Biduk-Biduk juga berfungsi sebagai rujukan bagi masyarakat Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur, sehingga tuntutan kualitas dan kapasitas layanan menjadi lebih besar. “Dengan cakupan wilayah lintas kabupaten, kesiapsiagaan harus ditingkatkan,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur









