Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan bergengsi Dwija Praja Nugraha pada puncak peringatan HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (29/11/2025).
Penghargaan berupa lencana kehormatan tersebut disematkan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq, didampingi Ketua Umum PB PGRI, Prof. Unifah Rosyidi.
Dwija Praja Nugraha merupakan penghargaan tertinggi dari PB PGRI yang diberikan kepada kepala daerah di Indonesia yang dinilai memiliki perhatian dan komitmen besar terhadap peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru.
Pada peringatan HUT PGRI tahun ini, hanya 20 kepala daerah yang terpilih menerima penghargaan, terdiri dari empat gubernur, dua wali kota, dan empat belas bupati.
Menariknya, penghargaan tersebut juga pernah diraih Bupati Berau periode 2016–2020, Muharram, pada HUT ke-73 PGRI tahun 2018.
Usai menerima penghargaan, Bupati Sri Juniarsih menyampaikan rasa syukur sekaligus mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembangunan pendidikan di Bumi Batiwakkal.
Ia menegaskan, capaian ini merupakan hasil kerja bersama, terutama sinergi antara Pemkab Berau dan PGRI dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan.
“Penghargaan ini menjadi pemicu semangat sekaligus tantangan untuk terus memperjuangkan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru,” ujarnya.
Meski kondisi keuangan daerah dinamis, ia memastikan tidak ada pengurangan anggaran untuk pendidikan, termasuk tunjangan ASN dan guru.
Berau diketahui tetap konsisten mengalokasikan 20 persen APBD untuk sektor pendidikan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah.
Sri menegaskan, guru memiliki peran strategis dalam membentuk SDM unggul yang mampu mengelola kekayaan daerah secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua PGRI Berau, Mardiatul Idalisah, mengungkapkan, proses penilaian penghargaan ini melewati tahapan ketat dengan 16 indikator penilaian.
Setelah lolos administrasi, PB PGRI melakukan verifikasi faktual langsung ke Berau.
Komitmen Pemkab Berau terhadap pendidikan menjadi poin utama penilaian, mulai dari mempertahankan guru honorer, peningkatan tunjangan, penguatan kompetensi guru, digitalisasi sekolah, hingga kebijakan sekolah ramah anak dan program beasiswa.
“Konsistensi Pemkab Berau dalam memajukan pendidikan diapresiasi oleh PGRI pusat,” tuturnya.
Penghargaan nasional tersebut menjadi penanda bahwa investasi Berau dalam pendidikan tidak hanya berdampak secara lokal, namun juga mendapat penghargaan tingkat nasional sebagai wujud keseriusan membangun generasi masa depan.
“Ini bukti nyata bahwa perhatian pemerintah daerah terhadap guru dan pendidikan berjalan konkret,” tegasnya.
Editor: Erwin