Kepala Dispusip Berau Yudha Budisantosa menyampaikan, keberadaan depot arsip menjadi kebutuhan mendesak mengingat beban penyimpanan arsip yang semakin besar dari tahun ke tahun.
Konstruksi bangunan depot arsip didesain khusus untuk menahan beban berat. Struktur lantai dan rol O'pak atau lemari besi untuk penyimpanan dibuat jauh lebih tebal dibanding bangunan biasa.
“Karena akan menerima beban yang sangat berat, makanya ketebalannya berbeda dengan bangunan lain,” jelasnl Yudha kepada Korankaltim.com Jumat (21/11/2025) hari ini.
Selain konstruksi, standar pengaturan suhu dan sirkulasi udara menjadi perhatian penting.
Arsip yang masuk harus melalui alur mobilisasi yang jelas, mulai dari arsip baru datang, proses pemilahan, hingga penyimpanan dalam ruang yang terkendali.
“Depot ini harus benar-benar anti bocor dan anti lembap. Jendela dan atap tidak boleh ada celah sama sekali, karena sedikit saja lembap bisa merusak arsip,” tegasnya.
Terkait ukuran bangunan, luasnya disesuaikan dengan volume arsip daerah.
Meski ia mengaku tak mengingat detail ukurannya, namun dipastikan bangunan tiga lantai tersebut akan mampu menampung kebutuhan arsip statis dari seluruhperangkat daerah.
“Nanti ada pembagian fungsi per-lantai. Karena arsip itu jenisnya macam-macam, termasuk arsip film dan digital yang tentu lebih efisien ruang,” ungkapnya.
Editor: Aspian Nu