Terduga pelaku disebut-sebut merupakan oknum mantan Duta Budaya Berau, peraih penghargaan Pramuka Berprestasi, sekaligus pernah masuk 50 besar peserta Pertamina Foundation tahun 2021 lalu.
Pelaku diamankan oleh Tim Reserse Kriminal Polres Berau di Bandara Kalimarau, hanya beberapa saat setelah yang bersangkutan tiba dari perjalanan luar daerah. Penangkapan itu dilakukan berdasarkan laporan awal dari dua korban yang kini telah menjalani pendampingan.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau, Rabiatul Islamiah, membenarkan adanya laporan tersebut.
Pihaknya menerima informasi awal melalui UPT terkait adanya dua anak yang membutuhkan pendampingan. “Benar. Sementara baru dua orang korban yang dibawa untuk dilakukan pendampingan,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Senin (17/11/2025).
Ia menegaskan, untuk proses validasi informasi terus dilakukan pihaknya, mengingat korban yang disebutkan masih berada di bawah umur.
Menurut Rabiatul, komunikasi intens dilakukan antara dinas, UPT, dan pihak kecamatan Tabalar menjadi salah satu yang menghubungi pihaknya untuk menindaklanjuti laporan yang berkembang di masyarakat.
“Informasinya simpang siur, ada yang menyebut jumlah korban mencapai sekitar 40 orang. Tapi yang melapor resmi baru dua. Kami belum bisa memastikan jumlah pasti sebelum proses penjangkauan di lapangan selesai,” jelasnya.
Karena banyak korban diduga berasal dari wilayah Kecamatan Tabalar, meliputi siswa SMP hingga SMK, pihak kecamatan mengusulkan agar pendampingan dilakukan langsung di Kecamatan Tabalar untuk menghindari rasa malu jika harus datang ke pusat layanan di Tanjung Redeb.
“Tugas kami melakukan pendampingan, memastikan kondisi psikologis mereka, dan melindungi anak-anak ini. Kami juga menyiapkan sosialisasi pencegahan kekerasan dan pelecehan kepada masyarakat, sekolah, maupun pemerintah,” tutur Rabiatul.
Kepala Seksi Humas Polres Berau, AKP Ngatijan, juga membenarkan penangkapan tersebut.
“Pelaku masih dalam pemeriksaan intensif. Kami belum bisa menyampaikan informasi lebih jauh karena penyelidikan masih berlangsung,” ujarnya.
Polisi kini fokus mengumpulkan keterangan dari terduga pelaku dan mengembangkan informasi mengenai jumlah anak yang menjadi korban.
Editor: Erwin