Kegiatan yang digagas oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau ini sukses menghadirkan 59 Tim peserta atau sekitar 400 peserta, menjadikannya salah satu event mancing terbesar di Bumi Batiwakkal sepanjang tahun 2025.
Kepala Dispora Amiruddin menegaskan, turnamen ini merupakan program resmi pemerintah daerah yang telah direncanakan matang melalui APBD Perubahan 2025.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dispora bersama Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Berau dan komunitas Asosiasi Pemancing Rekreasi Indonesia (APRI) yang baru terbentuk.
“Turnamen memancing di Pulau Derawan merupakan program Dispora dan Kormi yang memang sudah direncanakan bersama APRI Berau. Pelaksanaannya dilakukan di akhir tahun karena dananya berada di Anggaran Perubahan 2025,” jelas Amiruddin.
Terkait adanya kegiatan Kormi Provinsi Kaltim yang berlangsung di waktu bersamaan, Amiruddin menegaskan, Dispora Berau tidak pernah menerima konfirmasi maupun koordinasi resmi dari pihak provinsi.
“Kami baru tahu, ketika secara kebetulan kami bertemu saat menghadap Sekretaris Daerah untuk melaporkan kegiatan lain,” bebernya.
Pihaknya memastikan, event mancing di Pulau Derawan merupakan kegiatan murni Dispora Berau bersama Kormi dan APRI Berau, sesuai dokumen resmi dalam APBD Perubahan 2025.
Namun, dari sisi lain, dengan suksesnya Turnamen Mancing Piala Bupati 2025, Dispora Berau menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem sport tourism yang kuat, sekaligus meningkatkan daya tarik wisata Pulau Derawan sebagai destinasi rekreasi bahari unggulan di Indonesia.
“Event ini menjadi bukti, olahraga dapat menjadi jembatan untuk menggerakkan ekonomi daerah dan memperluas promosi pariwisata secara berkelanjutan,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas memberikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan turnamen yang tidak hanya menarik peserta dari Berau, tetapi juga dari berbagai daerah di luar kabupaten Berau.
Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana efektif memperkenalkan keindahan Pulau Derawan kepada para peserta.
“Pesertanya datang dari berbagai daerah. Sensasi memancing sekaligus keindahan Pulau Derawan bisa kita perkenalkan langsung kepada mereka,” ujarnya.
Seperti diketahui, Pulau Derawan telah ditetapkan sebagai desa wisata dan kawasan strategis nasional, sehingga memiliki pengakuan resmi sebagai destinasi wisata berskala nasional. “Karena itu, para peserta tidak akan rugi datang ke Berau,” tambahnya.
Ia menilai, turnamen ini memberi dampak ekonomi yang signifikan. Dengan hadirnya ratusan peserta dan pendamping, tingkat hunian resort di Pulau Derawan meningkat tajam selama pelaksanaan event.
“Dengan peserta sebanyak itu, sudah banyak resort yang penuh. Ini sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia pun meminta perangkat daerah terkait untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan dengan jadwal tetap.
Menurutnya, jika dipromosikan secara masif, turnamen ini berpotensi besar menjadi event berskala nasional bahkan internasional.
“Kalau bisa ini jadi event nasional. Derawan sudah menjadi kawasan wisata nasional, jadi harus dipromosikan secara masif bahkan hingga internasional beberapa bulan sebelum pelaksanaan,” tutupnya.
Tim Thunus FC menjadi juara umum dengan meraih hadiah sebesar Rp30 juta, serta satu unit sepeda motor yang dipersembahkan langsung oleh Bupati Sri Juniarsih Mas dan piala bergilir, serta diposisi kedua diraih Pelangi dan peringkat ketiga diraih PJA Fishing.
Editor: Erwin