Kegiatan strategis ini dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said dan dihadiri oleh Sekretaris Bapelitbang Berau, Desmus Erysa, serta narasumber dari Kementerian Dalam Negeri RI, Zamhir Islamie.
Sekda Berau, Muhammad Said menegaskan bahwa rapat tersebut juga menyoroti sembilan langkah konkret percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Mulai dari percepatan realisasi APBD, peningkatan investasi asing dan domestik, percepatan pembangunan infrastruktur, pengendalian harga bahan pokok, pencegahan ekspor-impor ilegal, perluasan kesempatan kerja, peningkatan produktivitas sektor primer, penguatan industri manufaktur lokal dan kemudahan perizinan usaha. Namun, dengan kondisi fiskal nasional tahun 2026 menjadi tantangan besar bagi daerah.
Terlebih, Kabupaten Berau diperkirakan terkena dampak pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp1,7 triliun, yang tentu berpengaruh terhadap percepatan pembangunan dan pergerakan ekonomi.
Menurutnya, dengan pemotongan ini, perlu mempersiapkan diri untuk beradaptasi. Sebab, Pemerintah pusat menuntut efisiensi besar-besaran, termasuk pengurangan belanja perjalanan dinas hingga 50 persen, BBM hingga 60 persen, bahkan tidak ada lagi pengadaan kendaraan dinas dan seragam pegawai tahun depan.
Pemkab Berau berkomitmen tidak akan melakukan pemotongan pada Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) karena sektor belanja pegawai masih menjadi penggerak ekonomi lokal tercepat.
Dalam forum tersebut, Said juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, dan media.
Dirinya juga mengapresiasi kontribusi berbagai pihak termasuk BPS, NGO, serta dunia usaha yang selama ini aktif mendukung pembangunan daerah.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi menjadi kunci agar program percepatan ekonomi bisa berjalan, terutama menjelang target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029,” tegasnya.
Terlebih, Pemkab Berau juga tengah mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Gunung Tabur serta perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai kecamatan.
Sekda berharap, dengan kolaborasi data dan kerja lintas sektor yang akurat serta pendampingan dari Kemendagri, Kabupaten Berau dapat menjaga stabilitas ekonomi meski dalam tekanan fiskal nasional.
“Dengan kerja sama semua pihak, kita optimistis Berau tetap mampu tumbuh dan berdaya saing di tengah keterbatasan,” pungkasnya.
Editor: Erwin