Tak hanya menghadirkan duo musisi nasional yang merupakan pasangan suami istri itu, panggung festival juga bakal dimeriahkan oleh band lokal Semestaku dan DJ Redz One.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau Abdul Majid menjelaskan, kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi merupakan strategi kreatif dalam mengangkat potensi wisata Berau melalui musik.
“Kami ingin Maratua Musik Festival menjadi event yang berbeda dari sebelumnya. Selain menghibur, kegiatan ini juga menjadi ajang promosi potensi wisata dan pelaku UMKM lokal,” ungkap Majid dalam konferensi pers di Cafe Soe, Tanjung Redeb Jumat (7/11/2025) hari ini yang dihadiri pula para artis yang siap mengisi acara.
Festival ini dirancang dengan konsep “eco music tourism”, menggabungkan musik, wisata dan gerakan peduli lingkungan melalui aksi bersih pantai oleh panitia dan pengunjung. Tak hanya itu, Disbudpar juga menerapkan sistem barcode dan sensor digital untuk mendata pengunjung wisata.
Hasilnya, hingga hari ini tercatat lebih dari 500 pengunjung, termasuk wisatawan asal Tiongkok dan Slovakia yang menghadiri even itu. Data tersebut digunakan untuk memantau perputaran ekonomi pelaku UMKM yang berpartisipasi selama festival berlangsung.
Sebagai gelaran perdana, Maratua Musik Festival digelar secara gratis untuk menarik minat wisatawan dan memperluas jangkauan promosi melalui kolaborasi media sosial serta komunitas musik.
Sementara itu, Tri Suaka mengaku terkesan dengan pesona Pulau Maratua yang disebutnya sebagai “surga tersembunyi”.
“Maratua jadi satu dari beberapa checklist liburan saya dan Nabila. Tempatnya luar biasa, hanya memang tantangannya di transportasi. Tapi begitu sampai sini, semua terbayar,” tuturnya.
Ke depan, Disbudpar Berau berencana menjadikan Maratua Musik Festival sebagai agenda tahunan tetap, sekaligus mengembangkan konsep serupa di wilayah hulu Berau agar promosi wisata tidak hanya terpusat di destinasi bahari, tetapi juga menjangkau kawasan pedalaman.
Editor: Aspian Nur