Kegiatan yang digelar selama tujuh hari di Halaman Parkir Lapangan Batiwakkal ini menghadirkan berbagai lomba yang melibatkan pelajar dari tingkat PAUD hingga mahasiswa.
Mulai dari lomba video konten B2SA, menggambar, mewarnai, hingga pemilihan Duta B2SA. Melalui berbagai kompetisi itu, pesan penting tentang diversifikasi pangan disampaikan dengan cara yang edukatif dan menyenangkan.
Kepala Dinas Pangan Berau, Rahmadi Pasarakan, menyebutkan tujuan utama festival ini adalah menumbuhkan kesadaran sejak dini akan pentingnya memanfaatkan potensi pangan lokal.
“Kita punya singkong, pisang, dan umbi-umbian yang bisa menjadi sumber karbohidrat selain beras. Melalui lomba dan pelatihan ini, kita ajarkan anak-anak dan masyarakat untuk berinovasi dengan bahan pangan lokal,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Selain mendorong gaya hidup sehat, festival ini juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi lokal. Berbagai pelaku UMKM kuliner turut serta dalam bazar dan gelar pangan lokal (GPL), menampilkan aneka olahan khas Berau.
Kegiatan ini disinergikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setkab Berau, Rusnan Hefni, yang hadir mewakili Bupati Berau, menilai kegiatan tersebut berhasil memadukan aspek edukasi, ekonomi, dan kearifan lokal.
Menurutnya, ini bukan sekadar lomba, tetapi upaya konkret membangun kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap beras.
“Ragam pangan lokal juga sangat potensial untuk mendukung program penurunan stunting,” jelasnya.
Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk TP PKK Kabupaten Berau, pemerintah berharap kegiatan ini dapat menjadi gerakan berkelanjutan.
Melalui inovasi generasi muda dan peran aktif masyarakat, Pemkab Berau menegaskan komitmennya menuju kemandirian pangan yang tangguh dan berkelanjutan.
“Ragam pangan ini bukan hanya soal selera, tapi juga kemandirian ekonomi. Dengan memanfaatkan potensi lokal, masyarakat bisa mengurangi ketergantungan pada pangan impor,” tutupnya.
Editor: Erwin