Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, menjelaskan bahwa sebelum pencarian dimulai, tim SAR gabungan terlebih dahulu melaksanakan briefing pukul 07.00 WITA di Posko SAR Talisayan.
Pada operasi pencarian hari keempat ini, area pencarian diperluas hingga mencapai 2.234 nautical mile persegi yang dibagi menjadi tiga sektor.
Sektor I difokuskan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas untuk operasi penyelaman.
Sementara sektor II dan III dilakukan dengan dukungan 15 unit perahu nelayan yang membantu proses penyisiran di sekitar perairan Talisayan.
Sekitar pukul 11.40 WITA, tim di lapangan berhasil menemukan satu korban yang diduga bernama Basri, tidak jauh dari titik awal tenggelamnya kapal.
“Update hari ini, pencarian hari ke empat dan satu korban dengan kondisi meninggal dunia telah di temukan dengan durasi waktu 76 jam,” jelasnya.
Korban pun langsung dievakuasi menuju Posko SAR Talisayan untuk penanganan awal, kemudian dibawa ke RS Pratama Talisayan guna pemeriksaan medis lebih lanjut.
Dirinya menjelaskan, pencarian hari ini berlangsung lancar berkat dukungan cuaca yang cukup bersahabat.
“Kondisi cuaca cerah berawan dengan gelombang relatif tenang sangat membantu tim dalam melakukan penyelaman dan penyisiran permukaan,” ujarnya.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue Pos SAR Sangatta, Pos AL Teluk Sulaiman, Ditpolair Berau, Ditpolair Polda Kaltim, Satpolair Polres Berau, BPBD Berau, serta dukungan aktif dari para nelayan setempat.
Berbagai peralatan pendukung seperti peralatan selam, komunikasi, dan medis turut dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian.
Hingga sore hari, tim masih melanjutkan penyisiran di sektor II dan III guna memastikan tidak ada tanda-tanda korban lain di area tersebut.
Tim SAR Gabungan juga merencanakan untuk melanjutkan operasi pada hari berikutnya dengan memperluas radius pencarian sesuai arah arus dan angin yang terpantau dari Automatic Identification System (AIS) dan data BMKG setempat.
“Pencarian akan terus dilakukan sampai seluruh korban berhasil ditemukan,” ungkapnya.
Tragedi tenggelamnya KM Mina Maritim 148 di Perairan Talisayan menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Selain menimbulkan duka bagi keluarga korban, kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam aktivitas pelayaran di wilayah perairan Berau.
“Operasi pencarian masih kami lanjutkan. Kami berharap kondisi cuaca tetap mendukung agar operasi bisa berjalan optimal,” tutupnya.
Editor: Erwin