Penemuan korban, yang sehari-hari menjabat foreman pompa di salah satu kolam area tambang menutup operasi pencarian intensif sejak Selasa (21/10/2025) sore, setelah longsor menimbun rumah sumur (water pump station) tempatnya bekerja.
“Selama dua hari ini kita berupaya melakukan evakuasi gabungan. Evakuasi cukup sulit karena kondisi cuaca dan debit air yang tinggi di lokasi. Baru hari ini korban berhasil ditemukan dan dievakuasi,” ujar Humas Polres Berau, AKP Ngatijan.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD dr. Abdul Rivai Tanjung Redeb untuk dilakukan pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Suasana haru menyelimuti proses pemindahan jenazah, terutama di antara rekan kerja korban yang selama dua hari terakhir ikut berjibaku dalam pencarian.
Sebelumnya, peristiwa longsor di area tambang Pit 59 PT SBE terjadi pada Selasa sore (21/10/2025). Informasi awal menyebutkan, longsor terjadi tiba-tiba sebelum hujan turun, ketika aktivitas kerja masih berlangsung di sekitar lokasi.
Tanah dan material batuan menimbun sebagian area kerja, termasuk lokasi pompa air tempat korban bertugas.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Supra Bara Energi (SBE) belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi kejadian maupun dugaan penyebab longsor di area operasional perusahaan.
Editor: Erwin