Fasilitas yang dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan ini menjadi solusi atas keterbatasan akses energi yang selama ini dihadapi para nelayan setempat.
Sebelum SPBUN beroperasi, nelayan di Maratua kerap kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk melaut. Nelayan harus membeli dari pengecer dengan harga mencapai Rp13.000 per liter, sehingga mengurangi pendapatan dan efisiensi kerja.
Kini, harga bahan bakar di SPBUN hanya Rp6.800 per liter, memberikan kemudahan sekaligus penghematan bagi nelayan.
Salah seorang nelayan, Guntaris, mengungkapkan bahwa keberadaan SPBUN sangat membantu aktivitas mereka.
“Dulu, kami harus mengeluarkan biaya dan tenaga lebih untuk mendapatkan bahan bakar. Sekarang, dengan adanya SPBUN, hidup kami jauh lebih mudah dan hasil tangkapan pun meningkat,” ujarnya.
Selain menekan biaya operasional, SPBUN Maratua juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan.
Waktu melaut menjadi lebih efisien, pendapatan meningkat, dan kesejahteraan keluarga nelayan ikut terdongkrak.
Dalam kesempatan terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun menyampaikan bahwa pembangunan SPBUN di Maratua merupakan wujud nyata komitmen Pertamina dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Kehadiran SPBUN di Maratua merupakan bentuk dukungan Pertamina terhadap amanat Presiden dalam memperluas akses energi di daerah pesisir.
“Kami berharap fasilitas ini tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat kebersamaan di komunitas nelayan,” jelasnya.
Sementara itu, Ivan pengelola SPBUN Maratua menambahkan, keberadaan fasilitas ini juga mendorong aktivitas ekonomi di sekitar lokasi. “Kini warga tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan bahan bakar,” ucapnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan, kehadiran SPBUN bukan semata fasilitas bisnis, melainkan bagian dari upaya pemerataan energi nasional.
Dengan dukungan masyarakat, SPBUN Maratua diharapkan dapat menjadi contoh sukses sinergi antara BUMN dan masyarakat lokal dalam memperkuat perekonomian daerah pesisir.
“Harga yang lebih terjangkau membantu nelayan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik,” tutupnya.
Editor: Erwin