Di bawah perintah langsung Direktur Jenderal Pemasyarakatan, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Tanjung Redeb, Yudhi Khairudin, dan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Danur Tri Gonggo.
Tak hanya itu, kegiatan razia ini melibatkan unsur Polres Berau, Kodim 0902/Berau, dan Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Kaltim.
Dalam razia ini, sejumlah barang yang tidak diperbolehkan, seperti kabel, logam kecil, dan alat rakitan sederhana banyak ditemukan.
Meski tergolong temuan ringan, hal ini menandakan bahwa potensi penyelundupan atau kelalaian pengawasan masih bisa terjadi.
Semua barang hasil sitaan kemudian diamankan untuk didata dan dimusnahkan sesuai aturan.
Karutan Tanjung Redeb, Yudhi Khairudin mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk pelaksanaan tiga kunci pemasyarakatan maju yang digariskan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, yakni deteksi dini gangguan keamanan, pemberantasan narkoba, serta sinergi antarpenegak hukum.
“Sinergi antara Rutan, TNI, dan Polri menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang aman dan kondusif. Kami akan terus memperkuat deteksi dini serta menjaga integritas petugas,” ujarnya, Minggu (12/10/2025).
Namun di sisi lain, kegiatan seperti ini juga membuka ruang refleksi. Upaya pencegahan tidak hanya cukup dilakukan melalui razia sesekali, melainkan harus diiringi pembenahan menyeluruh pada pola pembinaan dan sistem pengawasan internal.
Ketatnya pengamanan fisik perlu diimbangi dengan pendekatan pembinaan mental dan moral bagi warga binaan maupun petugas.
Razia gabungan yang berjalan aman dan tertib ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kultur integritas di lingkungan pemasyarakatan.
Lebih dari sekadar menemukan barang terlarang, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa keamanan rutan sejatinya berakar dari kedisiplinan, kejujuran, dan konsistensi seluruh pihak dalam menjaga marwah lembaga pemasyarakatan.
"Potensi penyelundupan barang melalui oknum menjadi tantangan nyata. Razia ini menjadi bukti nyata sinergitas Rutan Tanjung Redeb dalam menjaga keamanan serta menciptakan lingkungan pembinaan yang kondusif,” tutupnya.
Editor: Erwin